Ribuan Pasien Covid-19 ke Mal, Legislator: Memprihatinkan

republika | Nasional | Published at 14/09/2021 12:53
Ribuan Pasien Covid-19 ke Mal, Legislator: Memprihatinkan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengaku prihatin dengan fakta yang menunjukkan bahwa tiga ribu orang positif Covid-19 masih berkeliaran di luar. Mereka tidak melakukan isolasi dan justru pergi ke mal, bandara, dan perusahaannya.

"Ini sangat memprihatinkan dan merisaukan terhadap fakta temuan adanya tiga ribu orang yang tertangkap sistem orang yang positif berkeliaran di mal," ujar Rahmad saat dihubungi, Selasa (14/9).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) perlus segera menelusuri fakta tersebut. Sebab hal tersebut menunjukkan kontrol dan pengawasan yang lemah terhadap orang yang terinfeksi Covid-19.

"Artinya harus dicari kenapa itu bisa sampai berkeliaran, kenapa orang yang OTG yang sudah jelas dites PCR positif ternyata berkeliaran di mal," ujar politikus PDIP ini.

Di samping itu, Kemenkes perlu memeriksa laboratorium yang melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Sebab bisa saja, ada kesalahan input data terkait status Covid-19 seseorang yang tes di sana.

"Ada juga kemungkinan sudah melaporkan puskesmas, kemudian sampai pada tingkat kelurahan atau desa, tapi tidak disampaikan kepada tingkat RT atau satgas RT," ujar Rahmad.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakatan, sudah ada sebanyak 29.110.825 orang yang menggunakan aplikasi Pedulilindungi setelah kurang lebih sebulan peluncurannya. Namun, ada lebih dari tiga ribu orang yang positif Covid-19 yang terdeteksi aplikasi tersebut tidak melakukan isolasi.

"Kita bisa lihat suprisingly tetap aja ada 3.830 orang yang masuk kategori hitam, hitam itu artinya positif Covid tapi masih jalan-jalan," ujar Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (13/9).

Dari jumlah tersebut, 3.161 orang terdeteksi melakukan check in saat ingin masuk ke mal atau pusat perbelanjaan. Sedangkan 348 orang lainnya, terdeteksi saat masuk ke dalam pabrik-pabrik industri.

"Masih masuk ke bandara 43 orang, masih naik kereta juga 63 orang, masih masuk restoran 55 orang. Padahal orang-orang ini adalah orang-orang yang sudah teridentifikasi positif Covid, yang harusnya stay di rumah atau isolasi terpusat," ujar Budi.

Artikel Asli