Mahasiswa UNS Pembawa Poster Kritik Jokowi Sudah Dilepaskan

limapagi.id | Nasional | Published at 14/09/2021 12:45
Mahasiswa UNS Pembawa Poster Kritik Jokowi Sudah Dilepaskan

LIMAPAGI - Sepuluh mahasiswa Universitas Sebelas Maret atau yang Universitas Negeri Surakarta (UNS) yang ditangkap saat Presiden Jokowi mengunjungi Solo, akhirnya dilepaskan. Polresta Surakarta sudah mengembalikan mahasiswa yang membawa poster bernada kritikan kepada pemerintah itu ke kampusnya.

Kapolresta Surakarta Komisaris Besar Polisi Ade Safri Simanjuntak mengatakan apa yang dilakukan petugas hanya pengamanan, bukan penangkapan apalagi penanahan. "Sudah dikembalikan ke kampus," katanya, Selasa, 14 September 2021.

Menurut dia, selama pengamanan terhadap 10 mahasiswa tersebut, polisi memberi pemahaman dan pengertian kepada mereka. Antara lain perihaal penyampaian pendapaat di muka umum dijamin oleh Undang-undang, namun ada tata cara yang perlu dipatuhi. Tata cara tersebut yakni menyampaikan pemberitahuan kepada kepolian terkait agenda dan materi yang disampaikan," ungkapnya.

Pengamanan terhadap 10 mahasiswa tersebut dilakukan juga bagian dari upaya menghindari kerumunann di masa pandemi. Seperti diketahui, kerumunan berpotensi terhadap penyebaran Covid-19. "Pengendalian penyebaran Covid-19 ini menjadi konsen kami bersama elemen masyarakat yang lain," kata dia.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS Zakky Musthofa mengatakan 10 rekannya sudah dilepaskan. Dia bersyukur soal ini. Namun, dia menyayangkan penangkapan. "Saat aksi kami juga mematuhi prokes dan jaga jarak, sehingga tidak menimbulkan kerumunan," ungkapnya.

Seperti diketahui penangkapan 10 mahasiswa ini bermula saat Presiden Jokowi melintas di Jalan Ir Sutarmi. Saat itu mereka membawa dan membentangkan poster di sejumlah pintu masuk UNS saat Presiden Jokowi menghadiri Forum Rektor Perguruan Tinggi se-Indonesia. Tulisan yang ada dalam poster antara lain; Tuntaskan pelanggaran HAM masa lalu, Pak tolong benahi KPK dan lainnya.

Artikel Asli