Disparpora Bondowoso Targetkan Penambahan Personel Pemandu Wisata

jatimtimes.com | Nasional | Published at 14/09/2021 12:34
Disparpora Bondowoso Targetkan Penambahan Personel Pemandu Wisata

JATIMTIMES - Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bondowoso menargetkan ada penambahan pemandu wisata (Tour Guide) yang saat ini jumlahnya baru 35 orang.

Selaras dengan keinginannya, Disparpora Kabupaten Bondowoso langsung menggebleng 20 orang pemandu wisata yang belum memiliki lisensi untuk kemudian diikutkan tes di Provinsi Jawa Timur.

Kepala Disparpora Kabupaten Bondowoso Mulyadi menerangkan, pemandu wisata merupakan ujung tombak kepariwisataan di suatu daerah. Baik buruknya wisata di suatu daerah tergantung pada baiknya pelayanan pemandu wisata di lapangan.

Dengan bertambahnya pemandu wisata, diharapkan para pengunjung lokal maupun internasional nantinya tidak kebingungan dan dapat terlayani dengan baik.

"Sehingga tadi saya sampaikan kepada peserta seleksi pemandu wisata untuk menyampaikan yang baik-baik saja tentang Bondowoso, khususnya pariwisata," ungkap Mulyadi usai memberikan sambutan dalam acara pelatihan pemandu wisata di kantor setempat, Selasa (14/9/2021).

Dia yakin, cepat atau lambat pandemi Covid-19 akan berakhir sehingga pemerintah dan para pelaku usaha wisata harus segera mempersiapkan diri untuk bangkit. Untuk itu, mulai saat ini pihaknya membenahi segala kekurangan di semua lini.

"Banyak yang membutuhkan informasi terkait wisata dan kebudayaan di Bondowoso," ujarnya.

Selain itu, kepada para pemandu wisata penting untuk membekali diri tak hanya memandu kepariwisataan, namun juga sektor kebudayaan yang akan menjadi tanggung jawab Disparpora pada 2022 mendatang. Saat ini, kebudayaan masih berada dalam naungan Dinas Pendidikan setempat.

"Sehingga situs-situs itu juga kepada kami. Nah itu juga harus didalami, situs apa saja yang ada di Kabupaten Bondowoso," paparnya.

Sementara Kabid Pariwisata Aris S Raharjo menyampaikan, saat ini Bondowoso hanya memiliki sekitar 35 pemandu wisata yang akan diaktifkan lagi. Namun jumlah tersebut dirasa kurang dan akan ditambah sebanyak 20 orang.

"Ada 20 yang kita latih. Dipersiapkan oleh kabupaten/kota. Tahun 2018, 2019, 2020 kita rutin mengadakan itu dan kita lanjutkan saat ini," terangnya.

Arif menguraikan, 20 orang tersebut dilatih dan diseleksi tour guide selama 2 hari guna mendapatkan lisensi DPMPTSP Provinsi Jawa Timur. Mereka dibekali bagaimana teknik-teknik pemanduan, kode etik, pemahaman potensi wisata dan lain sebagainya.

"20 orang yang diberi pembekalan tersebut sebelumnya sudah menjadi pemandu wisata. Namun mereka belum terfasilitasi karena keterbatasan kuota ujian/seleksi tour gudie di Pemprov Jatim," pungkasnya.

Artikel Asli