Bahaya, 3 Ribu OTG Keliaran Di Mall Ini 7 Cara Cegah Penularan Covid Dan Penyempurnaan Aplikasi PeduliLindungi

rm.id | Nasional | Published at 14/09/2021 10:23
Bahaya, 3 Ribu OTG Keliaran Di Mall Ini 7 Cara Cegah Penularan Covid Dan Penyempurnaan Aplikasi PeduliLindungi

Maraknya berita tentang 3.830 orang positif Covid yang keluyuran di jalan, bahkan ada yang mau masuk mall, jelas menyentak publik.

Kejadian itu tentunya sangat berbahaya, karena bisa menjadi sumber penularan Covid-19.

Besar kemungkinan, jumlah yang keluyuran masih jauhlebih banyak. Karena angka tersebut hanya dihasilkan dari aplikasi PeduliLindungi. Sedangkan jumlah pengguna aplikasi tersebut belum mencakup keseluruhan rakyat Indonesia.

Terkait hal tersebut, mantan Direktur WHO yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan, ada 7 hal yang sebaiknya dapat dilakukan langsung oleh sistem yang ada.

Apalagi, informasi NIKdan sebagian juga sudah dilakukan di negara lain.

"Pertama, begitu hasil tespositif,sistem harusnya diatur. Ada yang menghubungi Puskesmas di wilayah pasien tinggal. Selanjutnya, Puskemas menghubungi pasien untuk melakukan isolasi," papar Prof. Tjandra.

Kedua, sistem juga dapatmenghubungi Lurah / Kepala Desa setempat untuk ditindaklanjuti. Kalau ada hasil positif keluar, baikya di bagian bawah ditulis anjuran untuk isolasi. Tambahkan keterangan, isolasi perlu untukkeselamatan keluarga dan kerabat.

"Ketiga, kalau perlu, tulisan itu dibuat dengan kotak berwarna merah. Jangan semata-mata ditulis "sesuai aturan/instruksi...dan sebagainya". Sebaiknya, ditulis semacam "demi menjaga kesehatan/keselamatan keluarga dan kerabat, maka karena hasil positif maka saudara perlu melakukan isolasi...dan seterusnya," jelas Prof. Tjandra.

"Tulisan itu harus ada di kertas hasil tesmaupun di berkas elektronik hasil tes," imbuhnya.

Keempat, secara sistem, aplikasi PeduliLindungi juga harus memberi tahu orang yangpositif Covid, untuk melakukan isolasi mandiri. Beserta pesan-pesankesehatan yang perlu dilakukan.

"Kelima, aplikasi PeduliLindungi juga bisa setiap hari memberi reminder kepada mereka yang positif, untukmengingatkan kewajiban isolasi. Reminder terus diberikan sampai 14 hari isolasi selesai," terang Prof. Tjandra.

Keenam, akan baik, kalau sistemjuga bisa memberitahu semua kontak yang positif. Bahwa tanggal sekian jam sekian, mereka berada dalam satu ruangan dengan orang yang positif. Sehingga,para kontak ini diminta memeriksakan diri.

Ketujuh, Prof. Tjandra mengingatkan pentingnya menjalankan komunikasi risiko.

"Kita tentu bersyukur, jumlah kasus saat ini udah amat menurun. MeskiCase Fatality Rate kita masih tinggi, nomor tiga di daftar 20 negara berdasarkan dataJohn Hopkins University versi 13 September kemarin," tutur Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI.

"Dalam situasi ini, informasi ke masyarakat harus terus dilakukan. Khususnya dalam konteks bagaimana menyikapi test Covid-19 beserta hasilnya," pungkasnya. [HES]

Artikel Asli