Ribuan Kapal Asing Masuk Perairan Natuna, DPR Ingatkan Kedaulatan NKRI

rm.id | Nasional | Published at 14/09/2021 11:01
Ribuan Kapal Asing Masuk Perairan Natuna, DPR Ingatkan Kedaulatan NKRI

Pengakuan Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut (Bakamla), Laksda S Irawan yang menyebut banyak kapal asing masuk perairan Natuna ditanggapi DPR. Anggota Komisi I DPR, Rizki Aulia Natakusumah mengatakan kejadian ini telah mencoreng kedaulatan Indonesia.

"Di satu sisi kita dapat pahami dalam situasi Covid-19 ini pemerintah pasti dalam kondisi fiskal yang sulit. Tapi kami harap pemerintah bisa mengerti prinsip tidak boleh ada kompromi mengenai kedaulatan," kata Rizki saat dihubungi RM.id, Selasa (14/9).

Dia menambahkan, saat ini Senayan sedang melakukan pembahasan revisi Undang-Undang Landas Kontinen. Nantinya UU ini akan mengatur luas wilayah hak berdaulat dari Indonesia. "Pertanyaannya, sudahkah pemerintah menyiapkan konsep penjagaan keamanan dan penegakan hukum di perairan kita? Atau akan terus seperti ini?" ujar politisi Demokrat itu.

Fraksi Demokrat berharap kejelasan komitmen dari pemerintah terkait penjagaan kedaulatan NKRI. "Kami berharap, skema pertahanan ke depan juga bisa menjawab dinamika ancaman masa depan," tegasnya.

Jangan sampai kejadian ditemukannya sea glider atau unmanned underwater vehicle (UUV) masuk Tanah Air terulang lagi. "Intinya kita sangat mengharapkan adanya kejelasan komitmen dari pemerintah mengenai hal ini, khususnya terkait keamanan di wilayah perairan NKRI. Sekali lagi, tidak boleh ada kompromi urusan kedaulatan negara," terang putra dari pasangan Dimyati Natakusumah dan Irna Narulita itu.

Sebelumnya, di saat rapat dengar pendapat (RDP) Bakamla dengan Komisi I, Sestama Bakamla, S Irawan menyatakan kerap mendeteksi peredaran ribuan kapal asing yang nekat masuk perairan Natuna. Mulai dari kapal Vietnam hingga China. [ UMM ]

Artikel Asli