BBVet Denpasar Turun Tangan Dalami Penyebab Matinya Puluhan Kerbau di Lingkar KEK Mandalika

suarantb | Nasional | Published at 14/09/2021 02:37
BBVet Denpasar Turun Tangan Dalami Penyebab Matinya Puluhan Kerbau di Lingkar KEK Mandalika

Mataram (Suara NTB) Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar turun tangan dalam penanganan kasus matinya puluhan kerbau di Lingkar KEK Mandalika, dalam sepekan. Berdasarkan laporan terakhir yang diterima Dinas Peterenakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, setidaknya ada 30 kerbau yang sudah mati secara tiba-tiba.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Nakeswan Provinsi NTB, drh. Muslih kepada Suara NTB , Senin, 13 September 2021 menyebut, tim dari BBVet Denpasar sudah datang ke lokasi untuk mengambil sampel. Tim dari BBVet sudah ada di lokasi hari ini, setelah ngambil sample langsung balik ke Denpasar, kata Musleh kemarin. Sampel yang diambil akan diuji di laboratorium. Untuk memastikan penyebab matinya puluhan kerbau dalam waktu singkat ini. Muslih menambahkan, dari hasil laboratorium itulah nantinya bisa dicarikan cara untuk mengendalikan penularannya.

Muslih menambahkan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan pendekatan kepada pemilik kerbau agar ditangani supaya tidak menular ke kerbau dan sapi lainnya. Namun pemilik kerbaunya yang dinilai sangat susah diajak komunikasi. Kita mau suntik kerbau yang masih hidup, ndak dikasi kasi sama pemiliknya. Kita lakukan pendekatan dari adiknya, tapi pemiliknya tetap ndak mau. Kerbau-kerbau yang mati ini pemiliknya satu orang, ujarnya.

Apa kira-kira penyebab matinya puluhan kerbau ini? Muslih menambahkan, dugaan sementara adalah penyakit pneumonia, Penyakit pernafasan (pneumonia) pada sapi yang ditandai dengan gejala klinis antara lain batuk, ingusan, sesak nafas dan demam. Dapat disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Pasteurella multocida, jamur mycotis fungus (HUNGERFORD, 1967), atau oleh infeksi virus seperti virus Parainfluenza (VAN VUUREN, 1994).

Penyakit ini dikategorikan penyakit berbahaya bagi ternak ruminansia. Khusunya sapi dan kerbau. Jika benar demikian penyebab kematian kerbau-kerbaunya, maka penyakit ini untuk pertama kalinya ditemukan menjangkit di Lombok. Lantas bagaimana penularannya? Bisa saja karena kerbaunya digembalakan, kerbau atau sapi lainnya yang menularkan. Muslih mengatakan, pihaknya memberikan perhatian pada kasus ini, agar tidak menjadi momok bagi sapi dan kerbau lainnya. Kita tunggu dulu hasil laboratorium, untuk ditangani intensif, demikian Muslih. (bul)

Artikel BBVet Denpasar Turun Tangan Dalami Penyebab Matinya Puluhan Kerbau di Lingkar KEK Mandalika pertama kali tampil pada SuaraNTB.

Artikel Asli