Pemerintah Buat Big Data New All Record Guna Bantu Anak Ditinggal Ortu

jawapos | Nasional | Published at 14/09/2021 09:33
Pemerintah Buat Big Data New All Record Guna Bantu Anak Ditinggal Ortu

JawaPos.com Pemerintah memberikan perhatian khusus untuk anak-anak yang menjadi yatim, piatu, atau yatim piatu akibat Covid-19. Karena itu, saat ini pemerintah tengah menggodok data anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya itu dengan basis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Untuk mendapatkan data tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Femmy Eka Kartika Putri menjelaskan, pemerintah akan menggunakan big data New All Record (NAR) dari Pusdatin Kemenkes yang dipadankan dengan NIK dari Disdukcapil Kemendagri.

Sehingga diharapkan nanti bisa diketemukan data dari anak-anak yatim/piatu/yatim piatu tersebut, ungkap dia melalui keterangan resminya, Selasa (14/9).

Femmy mengatakan, data dengan basis NIK ini akan mempermudah pihaknya dalam memberikan bantuan-bantuan untuk anak-anak yatim piatu karena Covid-19 hingga seluruh Indonesia. Mereka ini sudah sangat membutuhkan bantuan. Apalagi banyak mereka dari keluarga miskin dan keluarga sangat miskin, ujarnya.

Perwakilan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kemendagri Erikson menjelaskan bahwa saat ini pihak Disdukcapil tengah menggodok data NAR Kemenkes dan memadankannya dengan data NIK dari Disdukcapil.

Telah didapat data orang yang meninggal karena Covid-19 yang padan dengan NIK sebanyak 99.815 orang. Dari data itu, saat ini pihaknya tengah memilah-milah mereka yang masih memiliki tanggungan anak kecil yang berhak menerima bantuan, tuturnya.

Femmy melanjutkan, setelah data rampung, maka ragam bantuan dari pemerintah akan bisa disalurkan. Beberapa skema bantuan yang akan diberikan berupa bantuan sosial dan program atensi dari Kementerian Sosial, bantuan dana pendidikan berupa Kartu Indonesia Pintar dari Kemendikbud, bantuan perlindungan dari KemenPPPA serta bantuan-bantuan dari lembaga filantropi dan organisasi masyarakat.

Dengan adanya data yang terintegrasi dengan NIK ini, maka ragam bantuan-bantuan itu bisa lebih mudah dikoordinasikan dan menjangkau seluruh anak-anak yatim piatu karena Covid-19 di seluruh Indonesia, pungkas dia.

Artikel Asli