Warga Sentral Rangkasbitung Mengungsi Karena Banjir

republika | Nasional | Published at 14/09/2021 08:53
Warga Sentral Rangkasbitung Mengungsi Karena Banjir

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Ratusan kepala keluarga di pemukiman Sentral Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir. Hujan yang mengguyur selama tiga jam menyebabkan banjir dengan ketinggian air rata-rata 60 cm.

"Kami terpaksa mengungsi di musola bersama anggota keluarga, karena kondisi rumah masih tergenang banjir setinggi 60 sentimeter," kata Jahe (50) warga Sentral RT 3 RW 11 Kelurahan Rangkasbitung Barat Kabupaten Lebak, Selasa (14/9) dini hari.

Banjir yang melanda pemukiman Kampung Sentral diperkirakan ratusan KK mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka mengungsi ke mushala, pos ronda, rumah kerabat hingga sarana pendidikan.

Saat ini, kata dia, mereka membutuhkan selimut dan makanan. "Kami berharap ada bantuan, sebab banjir tiga pekan lalu juga mengungsi di gardu pos ronda, " ucapnya berharap.

Begitu juga pengungsi lainnya, Indah (22) warga Sentral Rangkasbitung mengatakan dirinya bersama putrinya berusia 2,5 tahun terpaksa mengungsi di musola setempat. Kondisi tempat tidur anaknya sangat kedinginan dengan hamparan karpet plastik juga ditambah hujan gerimis.

"Kami berharap warga yang mengungsi itu bisa tinggal di tempat yang layak, karena kondisi di musola cukup dingin," katanya.

Aang (45) warga pengungsi mengatakan dirinya berharap adanya bantuan selimut karena semua pakaian basah.

"Kami sendiri dan dua anak serta isteri mengungsi hanya pakaian yang melekat saja, " katanya menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama mengatakan pihaknya kini terus melakukan pemantauan di sejumlah lokasi yang terdampak bencana banjir. "Semua warga yang terdampak banjir itu nantinya akan diberikan bantuan bahan pokok, " katanya.

Artikel Asli