Mata Ketawa Ala Rusia Gaya Putin Soal Taliban

republika | Nasional | Published at 14/09/2021 05:03
Mata Ketawa Ala Rusia Gaya Putin Soal Taliban

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ridwan Saidi, Sejarawan, Budayawan betai, Politisi Senior.

Presiden Rusia Vladimir Putin memang pribadi yang menarik. Beberapa Tahun lalu ia muncul di acara Russian idol.Di ajang itu dia menyanyikan lagu Blue Berry Hill. Putin eks pimpinan KGB bernyanyi, wow...wow.

Ketika saya masih aktivis, kami juluki intel tolol dgn sebutan intel rebekan . Intel mesti cerdas dan cerdik seperti Vladimir Putin.

Belum lama ini dalam sebuah forum di Moskwa Putin nge- joke dalam ceramahnya. Kisahnya berisi tentang serdadu Israel ditanya jendral.

Jendral: Apa yang kamu bikin kalau ketemu 20 teroris?

Sersan: Aku ambil Uzi (senapan Israel) dan mereka aku tembaki.

Jendral: Bagaimana kalau kamu diserang tank?

Sersan: Aku ambil granat, dan mereka aku timpuki.

Jendral: Bagaimana kalau kamu diserang teroris, tank, pesawat tempur dengan serentak?

Sersan (mikir): Jendral, memangnya saya sendiri?

Hadirin tertawa riuh. Putin lalu menatap hadirin dan bertanya: Memangnya aku sendiri?

Ruangan riuh rendah oleh tawa dan tepuk tangan hadirin. Weee berkelas, dan amat berkelas. Mustahil yang begini bisa kita temukan di sini kendati mereka yang elit-elit itu pasang gelar akademik semeter depan namanyadan semeter lagi di belakang namanya.

Jadi apa yang dilakukan Putin iti soal peradaban. Bahkan, saat mMengomentari kemenangan Taliban, Putin kasih komentar pendek saja tapi bernas, cerdas sekaligus penuh satire. Katanya,"intelejen USA terbaik!"

Selama 20 tahun USA bangun laboratorium politik di Afghanistan tanpa diketahui siapa pun, apalagi ahli ilmu mata-mata alias intelejen.

Elite Indonesia pun sebenarnya bisa mendekati kelas intelegensia Putin asal mereka berhenti bermain citra yang sejatinya berarti bayangan. Ini misalnya dengan adanya fenomena yang baru-baru saja terjadi kala ada musibah pada seorang pejabat daerah yang mungkin gemar bermain citra.

Di lorong sempit yang diapit combersn si pejabat itu memberi salam pada orang yang berkerumun. Byur! Kakinya tercemplung. Sepatunya masuk air comberan yang sangat mungkin bercampur tinja bocah. Ini masuk akal karena balita di kampung masih ada saja yang buang hajat di tepi comberan.

Khawatirnya air tokai menyerap lewat pori-porinya. Ini hanya kekhawatiran seorang kenalan lho?

Artikel Asli