Berita Gembira Vaksin Booster Siap Tahun Depan dan Bebas Pilih Merek

koran-jakarta.com | Nasional | Published at 13/09/2021 15:10
Berita Gembira Vaksin Booster Siap Tahun Depan dan Bebas Pilih Merek

Pembicaraan terkait dosis ketiga atau vaksin booster mulai ramai dibicarakan oleh pemerintah dan masyarakat. Saat ini vaksin dosis ketiga hanya diperuntukan khusus bagi para tenaga kesehatan.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan rencana pemerintah terkait program vaksinasi Covid-19 pada 2022. Vaksin booster untuk masyarakat umum bisa tersedia di tahun depan.

Namun tidak semua masyarakat akan mendapatkannya secara gratis. Hanya Penerima Bantuan Iuran (PBI) saja yang vaksinasinya dibiayai oleh negara.

"Rencananya tahun depan, negara hanya akan membayari yang anggota PBI (penerima bantuan iuran) akan mendapatkan satu kali booster. Kita juga akan menyuntikkan anak-anak yang masuk usia 12 tahun, dua kali (dosis). Itu yang akan dibayari oleh negara," kata Budi dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Senin (13/9/2021).

"PBI akan mendapatkan satu kali booster . Kebutuhan dosisnya adalah sejumlah orang yang mendapatkan booster , ditambah buffer 10 persen," lanjut Budi.

Selain PBI, untuk masyarakat yang masuk ke dalam kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas III juga akan menerima vaksinasi gratis , vaksin boosternya akan dibebankan kepada Pemerintah Daerah setempat.

"Nanti kita akan alokasikan dana bagi pemda untuk melakukan vaksinasi dosis ketiga, tapi nanti akan menjadi beban pemda, nanti kita atur," ujar Budi.

Sementara sisanya sekitar 93,7 juta jiwa, masuk ke dalam skema mandiri yang akan membeli vaksinnya sendiri. Termasuk membeli vaksin dosis ketiga atau booster yang nantinya akan ditentukan pemerintah

Skema vaksinasi booster akan dibuka secara business to business dan berbayar. Untuk jenis vaksin akan disesuaikan dengan emergency use authorization (EUA) baik dari WHO dan BPOM RI.

"Masyarakat bisa membeli vaksinnya sendiri, jenis vaksinnya nanti akan kita tentukan yang sudah mendapatkan emergency use listing dari WHO. Dan orang-orang bisa memilih jenis vaksinnya sama seperti beli obat di apotek ." ujarnya.

Pemerintah berencana membuka pasar vaksinasi mulai tahun depan. " Ini akan kita buka pasarnya agar masyarakat bisa membeli booster," ujarnya.

Namun Menkes menegaskan kepada Komisi IX, skenario tersebut barulah rencana pemerintah, masih ada sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan, sebelum keputusan final.

"Ini masih rencana Bapak Ibu, kita masih perlu memfinalkan lagi dengan teman-teman di pemerintahan. Satu atau dua kali putaran, tapi untuk update teman-teman di DPR," ujar Budi.

Artikel Asli