Aksi Jakarta Bergerak Unjuk Rasa Tolak Gelaran Formula E di Tengah Pandemi

limapagi.id | Nasional | Published at 13/09/2021 14:14
Aksi Jakarta Bergerak Unjuk Rasa Tolak Gelaran Formula E di Tengah Pandemi

LIMAPAGI - Kelompok massa yang menamakan diri Aksi Jakarta Bergerak menggelar unjuk rasa menolak ajang balap mobil listrik Formula E di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin, 13 September 2021.

Dari pantauan Limapagi, massa lantang meneriakan koor penolakan wacana perhelatan Formula E di tengah pandemi Covid-19 yang digagas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Jakarta bergerak tolak Formula E," ucap orator menggunakan pengeras suara diikuti oleh para peserta aksi.

Dalam orasinya, massa juga meneriakan desakan kepada wakil rakyat DKI Jakarta menggunakan hak interpelasi untuk mempertanyakan urgensi pelaksanaan Formula E.

"Kami mendorong DPRD untuk gunakan interplasi," ujar orator.

(:Limapagi/Rizal Mahmuddhin) Aksi Jakarta Bergerak unjuk rasa menolak ajang balap mobil listrik Formula E di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin, 13 September 2021.

Tak hanya orasi, penolakan juga ditunjukan massa secara tertulis melalui spanduk dan pamlet. Salah satunya 'Tolak & Batalkan Formula E'.

Ada pula 'Jakarta Bergerak Suara Rakyat Bersatu', 'Gak Ada Urgenitas Ngapain Maksa' serta berbagai tulisan penolakan lainnya.

Unjuk rasa Aksi Jakarta Bergerak ini hanya dilakukan berputar-putar di sekitaran Jalan Kebon Sirih dan Jalan Medan Merdeka.

Sebab, massa tidak diperkenankan menutup jalan Saat menyampaikan aspirasinya penolakan Formula E.

Sempat menimbulkan kemacetan arus lalu lintas, polisi kemudian melakukan penghalauan di sekitaran Jalan Kebon Sirih.

Penolakan terhadap Formula E tidak hanya dilakukan oleh massa. Sebelumnya, dua fraksi di DPRD DKI, yakni Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ngotot mengusulkan hak interpelasi mengenai penyelenggaraan Formula E.

Keduanya keberatan dengan gelaran ajang balap tersebut apalagi dilaksanakan di tengah kondisi bangsa yang masih dilanda pandemi Covid-19.

Dengan hak interpelasi, PDI Perjuangan dan PSI meminta Anies Baswedan menjelaskan dengan detail dan urgensi terkait pelaksanaan ajang balap mobil listrik yang bakal digelar pada 2022 itu.

Artikel Asli