Jokowi Sebut Kolaborasi Hal Penting Dalam Pengembangan Kualitas Negeri

jawapos | Nasional | Published at 13/09/2021 14:59
Jokowi Sebut Kolaborasi Hal Penting Dalam Pengembangan Kualitas Negeri

JawaPos.com Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan butuh kerja sama untuk terus bisa berinovasi mengikuti perkembangan zaman yang terus berkembang. Hal ini ia tujukan khususnya kepada perguruan tinggi.

Dalam proses yang sangat menantang ini, dibutuhkan jejaring dan kolaborasi, kerja sama dengan organisasi dan praktisi harus didorong, kolaborasi dengan para praktisis termasuk pelaku industri harus terus digalang, ungkap dia dalam Lustrum XIII, Dies Natalis Ke-65 dan Peluncuran PTNBH Tahun 2021 Unand, Senin (13/9).

Kata dia, kolaborasi dengan berbagai pihak dapat dilakukan melalui mentoring para mahasiswa sampai dunia industri. Di mana itu sudah diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Dalam berbagai bentuk program mulai dari mentoring mahasiswa, magang mahasiswa ke dunia industri, sampai dengan memperbanyak tenant-tenant industri di dalam kampus, ujar dia.

Kepada para perguruan tinggi, terutama Universitas Andalas (Unand), Jokowi meminta agar pengelola kampus bisa terus melakukan dobrakan di dunia pendidikan.

Dalam bergerak maju, Unand tidak boleh melupakan akar kerakyatan dan karakter kebangsaan, memperkuat kampus sebagai benteng persatuan, rumah bersama untuk memperkuat kesadaran tentang kebhinekaan, berperan sebagai penjaga persatuan dan kesatuan bangsa, imbuhnya.

Unand diharapkan bisa menjadi pusat pengembangan SDM unggul, memberikan ruang dan kesempatan yang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mengembangkan talenta. Tidak lupa juga agar pihak kampus mengundang talenta-talenta hebat di luar kampus, baik dari praktisi maupun profesional sebagai pengajar dan mentor bagi mahasiswa.

Dengan akar yang kuat, saya meyakini Unand akan terus tumbuh menjulang tinggi, menjadi sumbu penggerak kolaborasi untuk mencerdasakan kehidupan bangsa, untuk mewujudkan kemajuan masy bangsa dan negara, tandasnya.

Artikel Asli