Aset Digital Film ‘Tak Ada yang Gila di Kota Ini’ Diputuskan Dijual

jawapos | Nasional | Published at 13/09/2021 14:44
Aset Digital Film ‘Tak Ada yang Gila di Kota Ini’ Diputuskan Dijual

JawaPos.com Sejumlah aset digital film pendek Tak Ada yang Gila di Kota Ini (2019) karya sutradara Wregas Bhanuteja yang diproduksi oleh Rekata Studio dijual. Aset ini diperjualbelikan dalam program Jakarta Metaverse NFT Gallery (JMNG) di Jakarta Metaverse yang digelar sejak 29 Agustus- 29 September 2021.

Sejumlah aset digital film Tak Ada yang Gila di Kota Ini yang dijual berupa poster, skenario, slate shot pertama, slate shot terakhir, sampai storyboard atau shot list .

Film Tak Ada yang Gila di Kota Ini diadaptasi dari cerpen dengan judul sama karya Eka Kurniawan. Cerita ini sempat dimuat dalam buku kumpulan cerpen Cinta Tak Ada Mati yang terbit di tahun 2018 lalu.

Film yang dibintangi Oka Antara dan Sekar Sari ini berhasil memenangkan Piala Citra dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2019 untuk kategori film pendek terbaik dan masuk kompetisi di SUNDANCE Film Festival 2020.

Adi Ekatama, produser dari Rekata Studio mengungkapkan, penjualan aset digital film Tak Ada yang Gila di Kota Ini adalah bagian dari upaya untuk mendekatkan diri ke publik. Ia berharap, event ini dapat menciptakan kebaruan dan mendisrupsi cara berpikir para pelaku ekonomi kreatif.

Dia mengungkapkan, hasil penjualan aset aset digital ini dananya akan dugunakan untuk kepentingan charity .

Hasil dari pemanfaatan NFT yang akan kami ikuti adalah untuk tujuan amal. Mudah-mudahan dapat semakin menginspirasi lebih banyak orang untuk membantu sesama yang terdampak karena pandemi saat ini, kata Adi Ekatama dalam keterangan tertulis diterima JawaPos.com , Senin (13/9).

Penjualan aset digital film Tak Ada yang Gila di Kota Ini disambut baik oleh Jakarta Metaverse NFT Gallery (JMNG) yang diwakili oleh Sunny Gho sebagai kurator.

Sebuah kehormatan untuk bisa mewujudkan bagian-bagian film Tak Ada yang Gila di Kota Ini dalam bentuk NFT dan memperlihatkan luasnya kemungkinan eksplorasi dari format NFT ini, kata Sunny.

Artikel Asli