Jebolan Program BEKAL Pemimpin Siap Berkontribusi Untuk Indonesia

rm.id | Nasional | Published at 13/09/2021 14:21
Jebolan Program BEKAL Pemimpin Siap Berkontribusi Untuk Indonesia

Program beasiswa bertajuk BEKAL (Bersama Kelola Alam Adil Lestari) Pemimpin yang diinisiasi United In Diversity (UID), telah melaksanakan kelulusan angkatan kedua.

Kali ini, BEKAL mencetak 58 lulusan dari 22 Provinsi di Indonesia. Program BEKAL Pemimpin ini menghasilkan 10 kelompok prototype solusi yang memunculkan benih-benih perubahan positif di berbagai sektor dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA).

Vice President UID Dr. Suyoto menjelaskan, salah satu misi dari UID adalah menumbuhkan dan membina kader generasi penerus pengelola sumber daya alam (SDA).

Melalui Program BEKAL Pemimpin UID ingin prototyping yang dihasilkan peserta bisa berkontribusi bagi Indonesia.

"Berkontribusi juga untuk dunia melalui pengelolaan SDA, karakteristik pemimpin dan peningkatan sosial, budaya dan teknologi, ungkap Sutoyo dalam keterangannya, Senin (13/9).

Acara dihadiri Wakil Ketua MPR Lestari Murdijat, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ALue Dohong dan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Surya Tjandra.

Dalam sambutannya Wakil Ketua MPR Lestari Murdijat mendukung penuh kegiatan ini. Dia berpesan kepada para lulusannya agar menjadikan ini sebagai perjalanan yang luar biasa.

"Ini perjalanan yang luar biasa, bekal untuk anda semua sebagai calon pemimpin untuk dapat memberikan kontribusi kepada Indonesia dan dunia melalui proses learning journey dan life journey , jelasnya.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong mengapresiasi dan berharap agar prototype yang dikembangkan dapat berjalan dengan baik.

Dia menyebut, dengan makin banyaknya BEKAL Pemimpin yang bisa diciptakan, maka pembangunan Indonesia ke arah yang lebih baik bisa lebih cepat.

Simon Rafael, salah satu lulusan BEKAL Pemimpin dari The Salvation Army Indonesia dengan prototyping Kepak Emas mengungkapkan kegiatan ini harus memberikan dampak bukan untuk diri sendiri tapi untuk orang lain.

"Di BEKAL Pepmimpin, kami dipersatukan frekuensi agar dapat menyatukan resonansi terbaik untuk masyarakat, alam dan juga mewujudkan prototype yang telah kami rancang papar Simon kepada para peserta.

Adapun 10 ide prototyping tersebut yaitu:

-Kepak Emas

Membuat forum multi-stakeholder yang peduli dan menjaga ekosistem dankelestarian burung Junai Emas sebagai ikon kebanggaan lokal di kawasan Wallacea, Halmahera Tengah.

-Buna NHIMM

Membina kolaborasi pelestarian alam dan budaya dalam kain tenun tradisional Desa Bannae, Timor Tengah Utara, Nusa TenggaraTimur.

-Tani Muda

Mempromosikan peran pemuda dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan,berkeadilan dan berkearifan lokal di Desa Cidadap, Cianjur, Jawa Barat.

-Merdeka Indonesia

Menciptakan model ekonomi sirkular baru bagi nelayan skala kecil di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

-Kelompok Sakil

Mempromosikan ketahanan pangan di Kampung Sanggase, Merauke, Papua yang berkelanjutan, berkeadilan dan berakar lokal.

-Pasar Rakyat Bali

Sistem ketahanan pangan sehat berkelanjutan dan berbasis kepualauan di Tamblingan, Bali. Melajah Alam Meningkatkan kesadaran akan nilai-nilaikonservasi bagi generasi muda di Jembrana, Bali.

-Warkop Indonesia

Pengelolaan kopi yang berkelanjutan,berkeadilan dan berakar pada kearifan lokaldi Manglayang, Bandung, Jawa Barat.

-Mangi-Mangi Warrior Raja Ampat

Mengembangkan ketahanan pangan sehatberkelanjutan berbasis bakau di Kepulauan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

- Ambai Lestari Mengawal penyusunan Peraturan Kampung untuk pengelolaan potensi Sumber Daya Alam Darat,Pesisir dan Laut yang berkelanjutan di Distrik Kepulauan Ambai, Papua.

Sementara itu, Perwakilan The David & Lucile Packard Foundation, Mr. James McCaul menyebut, saat ini organisasi yang mendukung kegiatan seperti BEKAL cukup jarang.

"Kami melihat dengan dukungan yang diberikan dapat menciptakan masa depan Indonesia dan dunia melalui pengolalan SDA yang baik, jelas James. [JAR]

Artikel Asli