Tak Semua Peralatan Medis Bisa Dibawa Pindahan

jawapos | Nasional | Published at 13/09/2021 14:12
Tak Semua Peralatan Medis Bisa Dibawa Pindahan

Banjir Bandang, Rumah Sakit pun Pindah ke Hotel

Ada 18 tempat tidur, 2 ruang UGD, dan 4 pasien rawat inap di hotel yang menjadi pengganti sementara RSUD Mas Amsyar Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Lebih dari dua pekan banjir terjadi, belum ada tanda kapan surut, jadi pihak rumah sakit juga belum tahu kapan pelayanan dikembalikan ke tempat asal.

JERI , Kasongan

MEMINDAH rumah sakit dalam kondisi darurat tak segampang itu. Sebab, tak semua peralatan medis bisa dibawa ke tempat pengganti sementara.

Sampai sekarang masih ada peralatan medis yang masih di rumah sakit. Seperti USG, alat radiologi, dan lain-lain, kata Direktur RSUD Mas Amsyar Kasongan dr Agnes Paulina kepada Kalteng Pos kemarin (12/9).

RSUD Mas Amsyar yang terletak di Kasongan, ibu kota Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), terdampak banjir bandang. Air masuk sampai ke ruang-ruang perawatan.

Dari 13 kabupaten dan 1 kota di provinsi yang berpenduduk sekitar 2,6 juta jiwa tersebut, 11 kabupaten/kota di antaranya terdampak air bah. Dan, Katingan adalah yang terparah.

Pelayanan di RSUD Mas Amsyar Kasongan lumpuh total. Pemkab Katingan pun mengalihkannya ke RS darurat di Hotel Katingan yang juga milik pemkab setempat.

Pelayanan terhadap pasien di rumah sakit darurat tetap berjalan normal. Ada 18 tempat tidur dan 2 ruang UGD yang disiapkan untuk merawat pasien. Sekarang pasien yang rawat inap 4 orang, ungkap Agnes.

Dari pantauan Kalteng Pos , hingga kemarin (12/9) pelayanan di RSUD belum normal. Pasokan listrik belum normal. Ada beberapa trafo yang sempat terendam banjir.

Kami sudah tanyakan dan koordinasi dengan PLN. Pihak PLN belum berani untuk menyalakan listriknya karena trafo masih basah. Di rumah sakit ada dua trafo, lanjutnya. Karena itulah, sementara mereka masih bertahan di RS darurat. Agnes belum tahu sampai kapan. Sebab, masih harus menunggu kondisi aliran listrik di RSUD Mas Amsyar Kasongan yang dipadamkan sejak Selasa (7/9) pekan lalu benar-benar aman.

Kami juga tidak mau mengambil risiko. Listrik di rumah sakit mulai dipadamkan sejak Selasa lalu, jelasnya.

Untuk pelayanan di rumah sakit darurat, dia mengakui peralatan medis memang terbatas. Tapi, yang bersifat darurat, misalnya oksigen, pengukur tensi, alat untuk penanganan bayi, dan lainnya, itu ada semua di rumah sakit darurat ini, terang mantan kepala Puskesmas Kasongan II tersebut.

DIKEPUNG AIR: Irfan memangku anaknya, Nazwa, yang masih berusia 5 bulan di teras rumahnya di Jalan Anoi, Palangka Raya, yang terdampak banji (11/9). (AGUS PRAMONO/KALTENG POS)

Bencana banjir Kalteng terjadi sejak sekitar dua pekan lalu. Selain karena curah hujan tinggi, Greenpeace setempat menyebut karena kerusakan alam yang parah. Demikian parahnya, tapi sampai kemarin belum ada pejabat setingkat menteri yang langsung meninjau ke sana.

Hingga kemarin, banjir masih merendam belasan desa di dua kecamatan wilayah hilir di Katingan: Tasik Payawan dan Kamipang. Juga satu desa di Kecamatan Mendawai, yakni Desa Tumbang Bulan.

Akses masyarakat di wilayah itu kini lumpuh total. Bukan hanya itu, jaringan komunikasi pun terputus. Untuk membantu masyarakat di wilayah tersebut, berbagai bantuan logistik makanan dan minuman juga terus mengalir dari berbagai pihak. Begitu pula bantuan tenaga, mulai TNI-Polri hingga relawan, yang terus berdatangan untuk membantu warga.

Jalur trans-Kalimantan poros tengah yang menjadi penghubung ibu kota provinsi Kalteng dengan kabupaten di wilayah Barito dan Kahayan juga ikut lumpuh. Kemacetan panjang tak terhindarkan. Pengendara harus bergiliran untuk lewat, baik dari arah Palangka Raya maupun sebaliknya.

Tak sedikit pengendara roda dua, roda empat, hingga kendaraan bertonase besar yang terjebak. Banyak pengendara roda dua yang menggunakan jasa perahu kelotok untuk lolos dari genangan.

Bupati Katingan Sakariyas sangat prihatin atas kondisi yang menimpa daerah yang dipimpinnya. Sebab, banjir ini tidak hanya mengganggu berbagai kegiatan warga, namun juga pelayanan terhadap masyarakat.

Selama ini RSUD Mas Amsyar Kasongan tidak pernah kebanjiran. Baru kali ini. Kecuali di halamannya, ujarnya kepada wartawan ketika meninjau banjir di RSUD Mas Amsyar Kasongan beberapa waktu lalu.

Banjir dengan ketinggian sampai lutut orang dewasa itu, tambah dia, tentu sangat mengganggu pelayanan tim medis RSUD terhadap masyarakat Katingan. Karena itu, langkah pemerintah adalah memindah pelayanan ke tempat yang lebih aman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perhubungan Kabupaten Katingan Christian Rain mengungkapkan, banjir besar ini juga telah mengganggu dan merusak sejumlah kegiatan pembangunan. Misalnya, pembangunan infrastruktur jalan. Tak sedikit ruas jalan yang sedang dibangun rusak.

Ya, mau gimana lagi. Karena memang akibat bencana, ucapnya ketika dihubungi lewat telepon seluler.

Dia meminta para kontraktor yang mengerjakan pembangunan untuk memperbaiki kembali kerusakan akibat banjir tersebut. Jika pekerjaan tidak bisa diselesaikan tepat waktu, tidak tertutup kemungkinan diberi perpanjangan waktu.

Persoalannya, kini ancaman air bah kembali menghantui wilayah Katingan. Akibat tingginya curah hujan, debit air di wilayah hulu kembali naik.

Sejak tadi pagi (kemarin pagi) mulai naik, kata Camat Katingan Tengah Yobie Sandra kepada Kalteng Pos kemarin.

Artikel Asli