Terungkap! Azis Syamsuddin Suap Eks Penyidik KPK Rp3,6 Miliar untuk Urus Kasus

limapagi.id | Nasional | Published at 13/09/2021 13:41
Terungkap! Azis Syamsuddin Suap Eks Penyidik KPK Rp3,6 Miliar untuk Urus Kasus

LIMAPAGI - Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin disebut dalam isi dakwaan terhadap eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Azis Syamsuddin bersama Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aliza Gunado, disebut menyuap Stepanus untuk membantu kasus yang mereka hadapi.

"Bahwa untuk mengurus kasus yang melibatkan Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado di KPK, terdakwa dan Maskur Husain telah menerima uang dengan jumlah keseluruhan sekitar Rp3.099.887.000 dan USD 36.000,'' kata jaksa penuntut umum (JPU) KPK Lie Putra Setiawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 13 September 2021.

USD 36.000 setara Rp513.946.800. Dengan demikian, total suap yang diterima Stepanus Robin dari Azis dan Aliza mencapai Rp3,6 miliar.

Lie menyampaikan, pada Agustus 2020, Stepanus Robin dimintai tolong oleh Azis Syamsuddin lalu berdiskusi dengan seorang pengacara bernama Maskur Husain.

Diskusi membahas tentang apakah mereka bersedia mengurus kasus yang melibatkan Azis dan Aliza terkait penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

"Akhirnya, terdakwa (Stepanus) dan Maskur Husain sepakat untuk mengurus kasus yang melibatkan Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado tersebut asal diberi imbalan uang sejumlah Rp2 miliar dari masing-masing orang yaitu Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado, dengan uang muka sejumlah Rp300 juta," ungkap Lie.

Azis, kata Lie, menyetujui permintaan tersebut. Uang muka kemudian diterima oleh Stepanus dan Maskur. Rinciannya, Stepanus menerima Rp100 juta dan Maskur Husain menerima Rp200 juta.

"Melalui rekening BCA nomor 03420081552 miliknya dari rekening Azis Syamsuddin pada tanggal 3 Agustus 2020 sebanyak Rp100 juta dengan dua kali pengiriman, dan tanggal 5 Agustus 2020 sebanyak Rp100 juga dengan dua kali pengiriman," beber jaksa Lie.

Pada 5 Agustus 2020, Stepanus menerima uang secara tunai USD 100.000 atau setara Rp1.426.600.000 dari Azis Syamsuddin di rumah dinas Azis, tepatnya di Jalan Denpasar Raya 3/3 Jakarta Selatan.

Stepanus Robin kala itu datang ke rumah dinas Azis Syamsuddin diantar oleh Agus Susanto. Uang tersebut sempat Stepanus tunjukkan kepada Agus Susanto saat ia kembali ke mobil.

"Dan menyampaikan Azis Syamsuddin meminta bantuan terdakwa (Stepanus) yang nantinya Agus Susanto pahami itu terkait kasus Azis Syamsuddin di KPK," jelas Lie.

Selanjutnya, Stepanus Robin menyerahkan sebagian uang tersebut yaitu USD 36.000 atau setara Rp513 juta kepada Maskur Husain di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Kemudian, sisanya sebanyak USD 64.000 atau setara Rp913.347.200, ditukarkan di money changer dengan menggunakan identitas Agus Susanto.

Uang rupiah hasil penukaran lalu diberikan sebagian kepada Maskur Husain yaitu Rp300 juta di Rumah Makan Borero, Keramat Sentiong. Pada khir Agustus 2020 Maret 2021, Stepanus beberapa kali menerima sejumlah uang dari Azis dan Aliza dengan jumlah keseluruhan SGD 171.900.

Uang tersebut ditukarkan di money changer dengan menggunakan identitas Agus Susanto dan Rizky Cinde Awaliyah (teman wanita Stepanus), dan diperoleh dalam mata uang rupiah Rp1.863.887.000.

Sebagian uang tersebut lalu diberikan Stepanus kepada Maskur Husain di Rumah Makan Borero, Keramat Sentiong Rp1 miliar dan Rp800 juta pada September 2020.

Dari total Rp3,6 miliar uang yang diberikan Azis dan Aliza, Stepanus menerima Rp799.887.000. Sedangkan Maskur Husain, menerima Rp2,3 miliar dan USD 36.000.

Atas tindakannya, Stepanus Robin dan Maskur didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo padal 55 ayat 1 ke-1 jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi pada 20 September 2021. Hal ini karena, Stepanus Robin tak mengajukan nota keberatan atau eksepsi.

Artikel Asli