Penumpang KA Jarak Jauh dan Lokal Tak Perlu STRP dan Surat Tugas Lagi

limapagi.id | Nasional | Published at 13/09/2021 13:56
Penumpang KA Jarak Jauh dan Lokal Tak Perlu STRP dan Surat Tugas Lagi

LIMAPAGI - Penumpang kereta api (KA) jarak jauh dan KA lokal saat ini diwajibkan menunjukkan kartu vaksin Covid-19, minimal vaksinasi dosis pertama. Surat tugas dan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) tidak diperlukan lagi.

Manager Humasda Daop 2 Bandung, Kuswardoyo mengatakan, syarat vaksin tersebut diberlakukan mulai Selasa, 14 September 2021. Kebijakan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Kemenhub No 69 Tahun 2021.

"Dengan diberlakukannya syarat vaksin tersebut, maka syarat STRP, Surat Tugas, atau surat keterangan lainnya tidak lagi menjadi syarat bagi pelanggan KA lokal," ucap Kuswardoyo dalam keterangan tertulisnya, Senin 13 September 2021.

Kuswardoyo menuturkan, bukti vaksinasi Covid-19 tersebut akan dicek oleh petugas melalui layar komputer petugas boarding sebelum naik kereta. Data vaksinasi akan otomatis muncul pada layar komputer petugas boarding.

KAI telah mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding dan mewajibkan calon pelanggan menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada saat pembelian atau pemesanan tiket KA Lokal.

"Jika data tidak muncul pada layar komputer petugas, maka pemeriksaan akan dilakukan secara manual dengan menunjukkan kartu vaksin calon pelanggan," ujar Kuswardoyo.

Selain bukti vaksinasi, para penumpang harus menyertakan keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau rapid test antigen maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Meskipun begitu, lanjut dia, persyaratan tersebut tetap tidak berlaku untuk penumpang di bawah usia 12 tahun. Pasalnya, penumpang berusia di bawah 12 tahun tetap belum diperkenankan menggunakan KAI.

"Secara umum pelanggan dengan usia di bawah 12 tahun masih tidak diperkenankan melakukan perjalanan dengan kereta api," ungkap Kuswardoyo.

Kuswardoyo menambahkan, untuk penumpang yang memiliki kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Artikel Asli