Pemkot Mulai Salurkan Rp 3,8 Miliar Bantuan Jaring Pengaman Sosial

jawapos | Nasional | Published at 13/09/2021 13:51
Pemkot Mulai Salurkan Rp 3,8 Miliar Bantuan Jaring Pengaman Sosial

JawaPos.com Berbagai kebijakan untuk membantu warga yang kesulitan selama pandemi terus digencarkan Pemkot Surabaya. Yang terbaru, pemkot menyalurkan bantuan jaring pengaman sosial (JPS). Total nilainya Rp 3.810.800.000. Bantuan tersebut diberikan kepada 19.054 keluarga penerima manfaat (KPM) yang berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dana tersebut murni berasal dari APBD Surabaya 2021. Persisnya dari alokasi anggaran tak terduga. Jumat (10/9) lalu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi secara simbolis menyerahkan bantuan JPS kepada 15 warga MBR di halaman balai kota.

Eri menyampaikan, para penerima bantuan JPS adalah mereka yang tidak mendapatkan bansos dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Misalnya, bantuan sosial tunai (BST), program keluarga harapan (PKH), serta bantuan pangan nontunai (BPNT).

Ini supaya tidak dobel. Kalau sudah mendapatkan bantuan dari Kemensos, tidak boleh lagi diberikan. Baik oleh Pemkot Surabaya maupun Pemprov Jatim, jelasnya.

Eri memerinci, total ada 25.304 warga MBR yang belum menerima bansos dari Kemensos. Karena itu, pemkot berinisiatif untuk mengucurkan bantuan melalui APBD. Jumlah yang terdata menerima bantuan JPS pemkot sebanyak 19.054 orang. Sisanya, 6.250 MBR, akan mendapat alokasi bantuan dari Pemprov Jatim. Kalau ada yang daftar lagi, nanti disurvei oleh dinsos. Kalau layak masuk data MBR, nanti kita bantu, imbuh Eri.

Dia menyampaikan, penyaluran bantuan akan dilakukan dengan cara ditransfer melalui rekening bank. Mekanisme itu lebih efektif agar tidak menimbulkan kerumunan untuk mencegah penularan Covid-19.

Nah, mulai hari ini (13/9) bantuan itu disalurkan secara serentak. Setiap penerima mendapatkan bantuan uang tunai Rp 200 ribu. Pencairan dilakukan selama lima hari ke depan hingga Jumat (17/9). Semua penerima tercatat sebagai MBR, papar Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Surabaya Suharto Wardoyo.

Lokasi pencairan tersebar di 19 kecamatan. Pantauan Jawa Pos, selain Tambaksari, penerima bansos paling banyak berada di Kecamatan Semampir. Anang, sapaan karib Suharto Wardoyo, menjelaskan bahwa instansinya sudah berkoordinasi dengan kelurahan dan pengurus RT/RW terkait pembagian bantuan. Undangan sudah disebar kepada semua KPM. Lokasinya sudah ditentukan, ujarnya.

Berdasar jadwal yang diterima koran ini, hari ini pembagian bantuan JPS dilakukan di beberapa kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Gunung Anyar, Krembangan, Rungkut, Sukolilo, Tambaksari, dan Wiyung.

Warga harus mematuhi protokol kesehatan. Warga diwajibkan memakai APD. Selain itu, mereka diminta hadir sesuai jadwal untuk menghindari kerumunan.

Menurut Anang, proses pembagian bansos sudah sesuai dengan ketentuan. Sebelumnya ada proses verifikasi terkait calon penerima.

Selain di Kecamatan Semampir, penerima bansos berada di Kenjeran. Ada 218 KPM yang dijadwalkan menerima bantuan di kecamatan tersebut. Sebagian merupakan warga pesisir yang pendapatannya rendah.

Sekcam Kenjeran Sukanan mengatakan, pihak kecamatan telah melakukan pendataan secara sistematis. Pengurus RT/RW juga dilibatkan. Saat ini memang masih banyak masyarakat berstatus MBR. Faktor pendorongnya banyak, kata Sukanan.

Menurut dia, salah satu pemicu munculnya MBR ialah adanya PHK. Banyak pekerja yang dipecat sebagai dampak pandemi Covid-19.

Artikel Asli