Sektor Logistik Perlu Peningkatan Efisiensi

jawapos | Nasional | Published at 13/09/2021 13:54
Sektor Logistik Perlu Peningkatan Efisiensi

SEKTOR logistik belakangan ini menjadi sorotan karena masalah container shortage dan keterbatasan kapal. Hal itu terjadi lantaran berbagai negara berada dalam kondisi lockdown akibat pandemi Covid-19. Kondisi tersebut mengakibatkan kekacauan jadwal pelayaran kapal, arus peti kemas, dan sebagainya.

Namun, momen ini diharapkan juga bisa dijadikan milestone bersama untuk mencermati hal-hal lain untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan biaya logistik.

Mengenai container shortage, turut menjadi faktor biaya logistik makin terkerek naik.

Memang, memasuki kuartal II ini, kenaikan ongkos ocean fright mulai melandai, meski masih berada di level yang tinggi. Traffic kontainer juga sudah kembali normal seiring dengan pemulihan-pemulihan ekonomi di berbagai negara.

Untuk pengiriman, keterbatasan ruang kapal justru yang masih menjadi persoalan.

Berbagai pengusaha pelayaran berupaya untuk mengembalikan armada operasional pada jumlah normal. Selama masa survive pandemi, pengusaha pelayaran melakukan berbagai langkah bisnis.

Misalnya, memanfaatkan kesempatan menjual kapal-kapalnya untuk mendapatkan margin, kemudian membeli kapal baru. Saat ini kondisi kapal yang ada sedang berkurang. Pembelian kapal baru masih membutuhkan setidaknya waktu satu tahun untuk bisa beroperasi normal.

Di luar itu, dalam kesempatan berdiskusi dengan Bapak Presiden Joko Widodo baru-baru ini, pengusaha juga menyampaikan beberapa PR logistik yang kami anggap sangat berkontribusi pada pembentukan efisiensi dan penekanan biaya logistik. Di antaranya soal pendapatan negara bukan pajak (PNBP). Kami sampaikan, dengan situasi seperti saat ini, kami harapkan tidak ada kenaikan. Kami meminta pemahaman pemerintah untuk bisa menurunkan atau sekadar menunda pungutan PNBP selama masa pandemi ini.

INSA juga menyinggung soal aturan cost guard yang belum kunjung rampung. Sampai hari ini, kami masih melihat banyak terjadi penangkapan dan pemeriksaan terhadap kapal-kapal nasional pengangkut logistik oleh oknum penegak hukum. Untuk meningkatkan perekonomian nasional, kinerja pelayaran nasional tidak boleh terhambat dalam bentuk apa pun dalam menjalankan distribusi logistik nasional.

Logistik merupakan sebuah proses panjang yang melibatkan banyak pihak. Masing-masing pihak berkontribusi. Mulai produksi, pelabuhan, pelayaran kapal yang menggunakan biaya transportasi, hingga biaya pergudangan dan administrasi. Sayang, hanya industri pelayaran yang sering kali dianggap sebagai tolak ukur tingginya biaya logistik.

Namun, satu kabar baik yang patut diapresiasi adalah mengenai upaya penggabungan atau merger pelabuhan-pelabuhan BUMN. Kami berharap merger ini bisa menciptakan efisiensi dan tentu berdampak positif bagi semua pemangku kepentingan. Juga kami berharap merger dapat menciptakan sentralisasi tarif layanan tanpa harus menggerus kesempatan berusaha bagi swasta yang juga mengoperasikan pelabuhan.

Di era disrupsi sekarang ini, perubahan adalah sesuatu hal baik. Karena artinya kita ada kesempatan untuk menuju ke arah yang lebih baik. Sudah waktunya kita tunjukkan bahwa pembentukan port of Indonesia adalah wujud nyata kemajuan Indonesia.


*) CARMELITA HARTOTO , Ketua Umum Indonesian National Shipowners Association (INSA)

Artikel Asli