Wapres Soroti Kesejahteraan Petani

republika | Nasional | Published at 13/09/2021 13:50
Wapres Soroti Kesejahteraan Petani

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyoroti kesejahteraan para petani, terutama untuk tanaman pangan seperti padi, yang masih jauh dari berkecukupan. Wapres mengungkap, data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020 menurut sumber penghasilan utama, sebagian besar jumlah rumah tangga tergolong miskin di Indonesia berasal dari sektor pertanian, yaitu 46,30 persen.

"Dengan demikian, peningkatan kesejahteraan petani masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah yang harus diselesaikan," ujar Wapres di acara Penganugerahan Penghargaan Bidang Pertanian Tahun 2021 di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (13/9).

Padahal, wapres mengatakan, sektor pertanian adalah sektor yang mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Sektor pertanian juga hadir sebagai tulang punggung bagi perekonomian nasional yakni mampu tumbuh 1,75 persen saat sektor lain justru terkontraksi.

Selain itu, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2021, lapangan kerja yang menyerap tenaga kerja paling banyak adalah sektor pertanian, kehutanan, dan Perikanan, yaitu sebesar 29,59 persen. Karena itu, wapres mendorong kesejahteraan petani dengan inovasi dan terobosan di sektor pertanian.

"Antara lain reformasi pertanian, intensifikasi produksi, dan peningkatan akses pasar menjadi upaya nyata yang harus diimplementasikan pelaksanaannya di lapangan secara konsisten untuk mewujudkan kesejahteraan petani," ujarnya.

Ia mengingatkan, kondisi pandemi menuntut semua sektor untuk berpikir kreatif, menciptakan terobosan-terobosan untuk beradaptasi dengan perubahan yang diakibatkan oleh pandemi covid-19, termasuk sektor pertanian. Wapres menilai, pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dituntut untuk beradaptasi dan berinovasi dalam merumuskan kebijakan dan rencana aksi yang dapat memfasilitasi para insan pertanian untuk tetap sehat dan produktif.

Ia juga mengingatkan, ketangguhan sektor pertanian di masa krisis tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi para insan pertanian, serta komitmen kuat dari pemerintah daerah. Begitu juga, roda pembangunan pertanian nasional tak akan bisa digerakkan tanpa adanya kerja bersama yang integratif dan kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah.

Karena itu, pemerintah pusat mengapresiasi pemerintah daerah provinsi/kabupaten yang telah berkontribusi dan berprestasi dalam rangka meningkatkan produksi pangan dan ekspor pertanian yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

"Jika pertanian bisa diibaratkan sebagai tulang punggung perekonomian nasional, maka partisipasi aktif kepala daerah adalah kalsium yang menjadi nutrisi penting dalam menjaga tulang punggung agar tetap sehat dan kuat," kata dia.

Ia pun mengharapkan, penganugerahan Penghargaan Bidang Pertanian Tahun 2021 dapat menjadi penyemangat para kepala daerah dan unsur-unsur pemerintah daerah lainnya. Sebab, tanpa komitmen, pemikiran kreatif, dan kerja keras berbagai pihak, maka roda pembangunan pertanian tak akan bisa berputar cepat dan memberikan hasil yang membanggakan.

"Selamat kepada para gubernur dan bupati yang daerahnya terpilih untuk mendapatkan Penghargaan Bidang Pertanian Tahun 2021. Anda telah bekerja keras dan menginspirasi Kepala Daerah lain untuk juga bekerja keras, berpacu meningkatkan pembangunan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani," kata dia.

Sejumlah daerah yang mendapat penghargaan untuk kategori provinsi dan kabupaten dengan Peningkatan Produksi Padi Tertinggi Tahun 2019-2020.

Provinsi :

1. Peringkat I Provinsi Lampung

2. Peringkat II Provinsi Jawa Timur

3. Peringkat III Provinsi Banten

4. Peringkat IV Provinsi Sumatera Selatan

5. Peringkat V Provinsi Jambi

Kabupaten :

1. Peringkat I Kabupaten Cilacap

2. Peringkat II Kabupaten Brebes

3. Peringkat III Kabupaten Ngawi

4. Peringkat IV Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur

5. Peringkat V Kabupaten Gresik

Kategori Provinsi dan Kabupaten dengan Nilai Ekspor Komoditas Pertanian Tertinggi Periode Januari 2020 sampai dengan Juni 2021

Provinsi :

1. Peringkat I Provinsi Jawa Tengah

2. Peringkat II Provinsi Kalimantan Timur

3. Peringkat III Provinsi Jambi

4. Peringkat IV Provinsi Kalimantan Barat

5. Peringkat V Provinsi Sulawesi Utara

Kabupaten :

1. Peringkat I Kabupaten Kota Baru

2. Peringkat II Kabupaten Deli Serdang

3. Peringkat III Kabupaten Kotawaringin Barat

4. Peringkat IV Kabupaten Semarang

5. Peringkat V Kabupaten Bintan

Artikel Asli