Personel Linmas Surabaya Meninggal karena Kelelahan

jawapos | Nasional | Published at 13/09/2021 13:31
Personel Linmas Surabaya Meninggal karena Kelelahan

JawaPos.com Meninggalnya Irena Widya Ayu Ningrum mendapat sorotan dari kalangan dewan. Pekan ini kasus meninggalnya perempuan 25 tahun itu dirapatkan di DPRD Surabaya. Para legislator akan mengevaluasi mekanisme pemberian sanksi dan hukuman bagi petugas yang melanggar.

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Krishna merasa prihatin saat mendengar kabar meninggalnya gadis belia itu. Yang lebih memprihatinkan adalah penyebab meninggalnya warga Darmokali tersebut. Kabarnya meninggal karena kelelahan. Iku yak opo, kok bisa sampai terjadi seperti itu, ujarnya Minggu (12/9).

Politikus Golkar tersebut sempat mencari informasi terkait keluarga Irena. Dari informasi yang dihimpun, gadis yang merupakan alumnus psikologi Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) itu baru saja bertunangan. Dia mau menikah dalam waktu dekat.

Menurut Ayu, kejadian tersebut seharusnya menjadi tamparan keras bagi pemerintah kota (pemkot). Jangan sampai kejadian meninggalnya personel ketika orientasi pada 2016 terulang.

Kita tidak ingin kejadian serupa terulang dan kenyataannya hari ini terulang. Ini harus ditanggapi serius oleh wali kota, ucapnya.

Secara terpisah, Ketua Ikatan Alumni Psikologi Untag Herlina Harsono Njoto mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Seharusnya hal seperti itu tidak terjadi jika mekanisme evaluasi kerja dijalankan dengan baik. Kok iso sampai tidak tahu ada anak buah yang menderita penyakit akut dan dibiarkan bertugas melebihi jam kerjanya, katanya.

Sementara itu, Kepala BPB Linmas Irvan Widyanto berdalih kondisi pandemi Covid-19 pada Juni sampai Agustus sangat menguras tenaga. Bukan hanya petugas lapangan. Para pejabat di level kepala OPD (organisasi perangkat daerah) sampai level paling bawah pun kewalahan. Semuanya turun ke lapangan, termasuk saya, ujarnya saat dikonfirmasi Sabtu (11/9).

Terkait meninggalnya Irena, Irvan mengakui memang yang bersangkutan dalam kondisi kelelahan. Almarhumah pribadi yang luar biasa. Tidak pernah mengeluh meski kelelahan atau sakit. Kita baru tahu setelah kondisinya drop, terangnya.

Artikel Asli