Chinatown Singapura jadi Klaster Covid-19 Terbesar, 700 Kios Ditutup

jawapos | Nasional | Published at 13/09/2021 13:32
Chinatown Singapura jadi Klaster Covid-19 Terbesar, 700 Kios Ditutup

JawaPos.com Pengumuman mendadak diumumkan oleh Kementerian Kesehatan Singapura kepada para pedagang di Kompleks Chinatown. Para pedagang diminta menutup toko mereka. Pemberitahuan dilakukan malam hari secara mendadak yakni pukul 9 malam pada Sabtu (11/9). Hal itu akibat munculnya klaster Covid-19 di antara para pedagang yang membuat Chinatown menjadi salah satu klaster terbesar.

Alhasil, 700 pemilik kios langsung buru-buru menutup toko mereka. Pedagang pun dibuat kecewa. Ditutup mulai Minggu untuk pembersihan dan disinfeksi, kata pedagang.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mengatakan 66 kasus baru ditemukan. Sebagian besar yang dinyatakan positif adalah pemilik warung yang bekerja di Kompleks Pecinan yang memiliki sekitar 700 kios.

Kami menerima pemberitahuan untuk tutup jam 3 sore hari ini jam 9 malam kemarin, sangat mendadak. Padahal saya sedang siapkan bahan-bahan untuk pagi, kata penjual mie udang Johnny Tng.

Pada pukul 14.00, Tng sedang duduk di depan kiosnya, tanpa ada pelanggan yang terlihat. Sebagian besar makanannya harus dibuang atau dibawa pulang untuk diberikan kepada teman dan keluarga.

Pengumuman itu ada di semua surat kabar, saya rugi, bahan-bahan mentah terbuang, kata pria berusia 49 tahun itu.

Dari 66 kasus Covid-19 yang terkait dengan klaster tersebut, 58 di antaranya adalah pemilik warung dan asisten warung. Empat petugas kebersihan dan satu duta jarak aman, serta tiga kontak rumah tangga dari kasus yang terinfeksi. Mereka yang dites positif telah diisolasi.

Kami diberi tahu terlambat, kata penjaja kios Ivy Leong yang berusia 50 tahun.

Kompleks Chinatown akan ditutup hingga pukul 23.59 pada Rabu (15/9) mendatang. Para penjaja harus pergi untuk swab PCR selama penutupan. Orang-orang yang check-in dengan SafeEntry di Chinatown Complex dari 8 hingga 11 September akan diberikan peringatan risiko kesehatan, dan didorong untuk melakukan tes.

Penjual jus buah Koo Fook Tho mengatakan semua pedagang sudah mengikuti langkah-langkah pemerintah. Tapi kami telah belajar bagaimana melindungi diri kami sendiri dan kami semua tahu bagaimana mengatur kerumunan di depan kios kami. Kami juga memakai masker dengan benar, katanya.

Kompleks Chinatown sering dikunjungi oleh lansia, dan banyak yang berada di pusat makanan untuk mengobrol rutin dengan teman-teman mereka. Kompleks itu juga menjadi salah satu destinasi wisatawan.

Artikel Asli