Jenderal Kopassus Beberkan Asal Usul Senjata Buatan Amerika Milik KKB yang Berhasil Direbut Prajurit TNI

koran-jakarta.com | Nasional | Published at 13/09/2021 13:29
Jenderal Kopassus Beberkan Asal Usul Senjata Buatan Amerika Milik KKB yang Berhasil Direbut Prajurit TNI

JAKARTA - Beberapa hari yang lalu, 4 orang Babinsa Koramil 1715-05/Batom Kodim 1715/Yahukimo berhasil menangkap 2 orang anggota Kelompok Separatis Teroris (KST) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam sebuah penyergapan di pertengahan sungai Oksip - Mongham. Selain menangkap dua orang anggota KKB, prajurit TNI yang dipimpin Sertu Ari Netson Arabia bersama warga dan anggota Linmas menyita 5 pucuk senjata api.

Lima senjata api yang disita itu bukan senjata sembarangan. Lima senjata itu yakni dua pucuk senjata M16 yang salah satunya dilengkapi dengan GLM, satu mouser, satu pucuk senjata Double Loop, dua pucuk senjata laras panjang rakitan, 37 butir amunisi kaliber 5,56 dan GLM. Ikut disita barang bukti lainnya seperti bendera bintang kejora, lima flash disk, satu solar cell, dan enam senjata tajam.

Menyikapi hasil penyergapan 4 orang Babinsa Koramil 1715-05/Batom Kodim 1715/Yahukimo, jenderal bintang dua Kopassus yang saat ini menjabat sebagai Pangdam XVII/Cendrawasih, yakni Mayjen TNI Ignatius Yoga Triyono angkat bicara.

Sang jenderal baret merah itu menegaskan, bahwa senjata api yang disita anggota Koramil 1715-05/Batom dari tangan anggota KKB Papua bukan milik TNI-Polri. Sebab, nomor seri senjata serbu buatan Amerika Serikat, bukan milik TNI-Polri.

Ia pun lantas menjelaskan asal usul senjata tersebut. Kata dia, senjata itu berasal dari Bougenville, Papua Nugini (PNG).

"Dari pengakuan sementara kedua anggota KSB yang ditangkap terungkap senpi berasal dari Bougenville, PNG," kata Mayjen Yogo.

Pihak Kodam, lanjut Mayjen Yogo, terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui senpi tersebut akan dipasok dan memperkuat kelompok KKB mana. Ada pun dua orang anggota KKB yang ditangkap dalam penyergapan di sungai Oksip - Mongham, bernama Yulian Uropmabin (36) dan Kapol Uropmabin (42).

"Saat ini keduanya bsudah berada di Jayapura, nantinya akan diserahkan ke Polda Papua untuk diproses hukum. Terungkapnya kasus tersebut berkat laporan warga yang curiga karena mereka diduga menuju Mongham yang merupakan markas KSB. Saya selaku Panglima XVII Cenderawasih mengapresiasi kinerja keempat anggota Koramil 1715-05/Batom karena membuktikan komunikasi dengan masyarakat berlangsung baik sehingga kasus tersebut terungkap," kata Jenderal Yogo.

Artikel Asli