Dugaan Pencemaran Lingkungan PT SDO, Nelayan-LSM Kotabaru Kembali Unjuk Rasa

apahabar.com | Nasional | Published at 13/09/2021 13:26
Dugaan Pencemaran Lingkungan PT SDO, Nelayan-LSM Kotabaru Kembali Unjuk Rasa

apahabar.com, KOTABARU Gabungan nelayan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kotabaru kembali menggelar unjuk rasa, Senin (13/9).

Unjuk rasa dilatarbelakangi kasus dugaan pencemaran limbah oleh PT Sime Dharby Oil (SDO) Refinery Pulau Laut di Sungai Taib, Pulau Laut Utara.

Puluhan massa turun ke jalan dengan pengamanan ketat dari personel Polsek Pulau Laut Utara, di bawah komando Iptu Yaqob Sihasale.

Hardiyandi atau Tungku, koordinator aksi mengatakan unjuk rasa digelar merupakan aksi ke dua yang digelar sebelumnya pada Kamis (9/9) lalu.

Sejumlah tuntutan disampaikan dalam aksi tersebut. Di antaranya, pengambilan sample langsung di lokasi pembuangan akhir limbah PT SDO.

Apabila, setelah pengambilan sample hasilnya terbukti adanya pencemaran lingkungan, maka perusahaan harus bersedia dituntut sesuai dengan hukum yang berlaku.

Selanjutnya, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru harus segera turun ke lokasi melakukan pemeriksaan dugaan pencemaran.

Tuntutan lainnya, aparat kepolsian juga diminta agar segera bertindak, dan mengusut tuntas penyelesaian perihal dugaan pencemaran limbah.

Terakhir, jika tidak ada tindaklanjut, maka kami akan kembali berujukrasa dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi, ucap Tungku, tegas.

Usai brorasi, akhirnya perwakilan pengunjukrasa, disaksikan pihak DLH Kotabaru, PT SDO, dan kepolisian melakukan pengambilan sample di lokasi akhir pembuangan limbah.

Sample ini akan kami uji di Laboratorium di Banjarbaru, dan berkoordinasi dengan pihak DLH Provinsi Kalsel, tutu Tungku.

Humas PT SDO Kusdaryanto mengatakan pihaknya mengaku dengan terbuka pengambilan sample oleh pengunjukrasa.

Kami persilakan perwakilan pengunjukrasa mengambil sample, didampingi pihak kepolisian, dan DLH, ujar Kusdaryanto.

Sebelumnya, Kusdaryanto mengaku PT SDO telah melakukan pengeloaan limbah dengan baik, sesuai aturan yang berlaku.

Sementara Rabiatul Adawiyah, Kepala Seksi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan DLH Kotabaru mengatakan pihaknya telah melakukan pendampingan pengambilan sample.

Jadi, kami akan melakukan koordinasi tekait sample ini, dengan pihak yang berkompeten, pungkas Rabiatul.

Artikel Asli