Uap Air di Atmosfer Tinggi, Turun Hujan di Surabaya saat Kemarau

jawapos | Nasional | Published at 13/09/2021 13:25
Uap Air di Atmosfer Tinggi, Turun Hujan di Surabaya saat Kemarau

JawaPos.com Mendung tipis seharian menyelimuti Kota Surabaya kemarin. Hujan intensitas ringan pun terjadi meski saat ini masih musim kemarau. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor. Salah satunya, uap air di atmosfer cukup tinggi. Karena itu, hujan diprediksi masih terus terjadi.

Prakirawan BMKG Maritim Perak Surabaya Ady Hermanto mengatakan, cuaca terik membuat air laut menjadi hangat. Hal itu menimbulkan uap air naik ke atmosfer. Terutama di sebelah selatan Pulau Jawa. Ada gangguan atmosfer juga di Laut Jawa, terangnya.

Selain faktor tersebut, hujan di sekitar Surabaya juga terjadi lantaran adanya pusaran atau sirkulasi tertutup di Pulau Kalimantan. Dampaknya dirasakan hingga wilayah Jatim. Khususnya Surabaya. Ini membuat potensi hujan terjadi, ucapnya.

Dia menuturkan, sesuai prediksi BMKG, musim kemarau akan berakhir antara Oktober dan November. Pada bulan tersebut mulai terjadi musim pancaroba atau peralihan ke musim hujan.

Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September ini. Suhu udara pun diperkirakan lebih panas dari sebelumnya. Yakni, mencapai 3536 derajat Celsius. Bahkan, pada 21 September akan terjadi fenomena equinox. Yaitu, matahari memasuki garis khatulistiwa.

Ady menjelaskan bahwa cuaca menjadi lebih panas karena awan tipis. Akibatnya, cahaya matahari langsung menghantar ke bumi. Nah, pada 21 September akan terjadi fenomena tahunan equinox. Matahari memasuki garis khatulistiwa sehingga tepat berada di tengah. Akibatnya, cuaca semakin terik dan panas. Untuk suhu sekitar 3536 derajat Celsius, terangnya.

Artikel Asli