Usut Kasus Video Dangdutan Sugiono, Bupati Salwa Akan Bentuk Majelis Etik

jatimtimes.com | Nasional | Published at 13/09/2021 13:17
Usut Kasus Video Dangdutan Sugiono, Bupati Salwa Akan Bentuk Majelis Etik

JATIMTIMES - Bupati Bondowoso Salwa Arifin akan membentuk majelis kode etik atas kasus video dangdutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso, Sugiono Eksantoso. Bupati Salwa telah menerima laporan hasil pendalaman dari Inspektorat.

Bupati Salwa Arifin juga mengaku telah memanggil Sugiono.

"Memang begitu (harus membentuk) mejelis kode etik. Keanggotaan sesuai dengan ketentuan. Ada ketentuan tersendiri," jelas bupati singkat usai mengikuti acara Dinas Sosial di Pendapa Bupati, Senin (13/9/2021).

Sementara Kepala Inspektorat Kabupaten Bondowoso, Ahmad mengatakan, sejak Jumat (10/9/2021) kemarin ia telah menggali data dan mengklarifikasi ke sejumlah pihak. Pihaknya telah melaporkan hasil penelusuran secara terperinci yang dituangkan dalam hasil audit kepada bupati.

"Kami lakukan bersama tim yang ada di Inspektorat. Sudah kita susun laporan secara resmi kepada bupati. Kami menyampaikan beberapa opsi, agar ini segera ada penyelesaian," paparnya.

Sementara terhadap dugaan adanya pelanggaran oleh Kepala Dinas Pendidikan tersebut akan dilakukan pendalaman lebih jauh.

"Saran kami ke Inspektorat, terhadap dugaan pelanggaran terhadap kode etik nanti akan dibentuk majelis kode etik," jelasnya.

Dari hasil keterangan sejumlah pihak, ia memastikan bahwa memang ada aktivitas dangdutan di salah satu kelas di SMP 5.

"Tetapi untuk kepentingan pendalaman biar majelis yang mendalami terhadap apa yang terjadi di dalamnya. Karena kami sifatnya masih dugaan terhadap pelanggaran," paparnya, Senin (13/9/2021).

Pihaknya memastikan bupati bakal membentuk majelis kode etik. Sementara keanggotaan dalam majelis itu tetap menjadi kewenangan bupati.

"Karena jelas, di PP nomor 42 Tahun 2008 maupun di Perbup nomor 55 Tahun 2016 itu menjadi kewenangan bupati. Intinya bupati tidak tinggal diam dan bergerak sesuai peraturan yang ada," tutup Ahmad.

Artikel Asli