Dulunya Kopassus, Pasukan Para Raider Ini Kenyang dengan Berbagai Operasi Tempur dari Timor Timur Hingga Papua

koran-jakarta.com | Nasional | Published at 13/09/2021 13:02
Dulunya Kopassus, Pasukan Para Raider Ini Kenyang dengan Berbagai Operasi Tempur dari Timor Timur Hingga Papua

JAKARTA - Pasukan Para Raider Ini kenyang dengan berbagai operasi tempur dari Timor Timur hingga Papua. Pasukan Para Raider yang dimaksud adalah Batalyon Infanteri Para Raider 431/Satria Setia Perkasa atau Yonif Para Raider 431/SSP.

Yonif Para Raider 431/SSP merupakan batalyon infanteri para raider yang berada di bawah komando Brigif Para Raider 3/Tri Budi Sakti, Kostrad bersama dengan Yonif Para Raider 432/Waspada setia Jaya dan Yonif Para Raider 433/Julu Siri. Markas batalyon ini berkedudukan di Kariango, Maros, Sulawesi Selatan.

Ada satu fakta yang menarik tentang batalyon ini. Dulunya, batalyon ini pada tahun 1980 dikenal dengan Batalyon Infanteri 1 Brigif 3 Lintas Udara Kopassus. Tapi pada tanggal 9 Desember 1986 dilakukan alih status. Batalyon 3 Lintas Udara Kopassus ini pun menjadi Batalyon Infanteri Lintas Udara 431/Satria Setia Perkasa. Nomor pengenal 431 merupakan warisan dari Batalyon 431 yang berkedududkan di Slawi, Tegal, Jawa Tengah pada tahun 1963 sesudah melaksanakan operasi Trikora di Irian Jaya.

Batalyon ini pernah diterjunkan ke Timor Timur dari Tahun 1987 sampai 1988. Saat itu, kekuatan yang diturunkan ke Timor Timur sebanyak 146 orang yang dipimpin oleh Kapten Inf Ateng Ardian.

Kemudian, dari tahun 1989 sampai dengan 1990, sebanyak 450 personel diterjunkan ke Irian Barat di bawah pimpinan Letkol Inf Marsigit Modjo.

Sebanyak 450 orang personel Yonif Para Raider 431/SSP juga pernah diturunkan ke Irian Jaya dari tahun 1990-1991 yang dipimpin langsung Letkol Inf Dibyo Kartono. Lalu dari tahun 1992 sampai dengan 1993, sebanyak 450 personel yang dipimpin Letkol Inf Junianto Haroen diterjunkan untuk melaksanakan Operasi Tempur di Timor Timur.

Batalyon ini juga pernah melaksanakan Operasi Tempur Kompi Rajawali di Timor-Timur dari tahun 1995 sampai dengan 1996. Kekuatan yang dikirim saat ini sebanyak 127 personel yang dipimpin Kapten Inf Udjiono Hary S.

Lalu, melaksanakan Operasi Pengaman di wilayah Maluku Rem 174/Pattimura pada tahun 1999. Saat ini, pasukan yang dikirimkan sebanyak 650 personel yang dipimpin Mayor Inf Amrin.

Berikutnya, dari tahun 2000 sampai dengan 2001, Batalyon ini terlibat dalam operasi pengamanan perbatasan RI - PNG Tahun 2000-2001. Kala itu ada 650 personel yang dipimpin Mayor Inf Abdul Rachim Siregar yang diterjunkan melaksanakan operasi.

Selanjutnya, dari tahun 2002 sampai dengan 2003, melaksanakan Operasi Tempur di Nanggroe Aceh Darussalam.. Kekuatan yang dikerahkan sebanyak 650 personel. Dipimpin Letkol Inf Indra Junjungan Nasution.

Dan dari tahun 2004 sampai dengan 2005, sebanyak 450 personel Yonif Para Raider 431/SSP yang dipimpin Letkol Inf Syafruddin diterjunkan untuk melaksanakan Operasi Pengamanan Obyek Vital Nasional PT Freeport Indonesia Timika Papua.

Kemudian, pernah melaksanakan Operasi Pasukan Perdamaian PBB di Libanon pada tahun 2008. Pasukan yang terlibat dalam misi PBB ini sebanyak 105 personel dipimpin Kapten Inf Edy.

Tahun 2012, 650 personel Yonif Para Raider 431/SSP yang dipimpin Letkol Inf Indarto Kusnohadi juga diterjunkan ke Bumi Cendrawasih untuk melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan RI - PNG.

Pada tahun 2015, sebanyak 450 personel Yonif Para Raider 431/SSP yang dipimpin Letkol Inf Teguh Wiratama kembali terbang ke Papua untuk melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan RI - PNG.

Artikel Asli