Benarkan Teroris Yang Ditangkap Densus Adalah Pegawainya, Kimia Farma Kasih Sanksi Ini...

rm.id | Nasional | Published at 13/09/2021 12:41
Benarkan Teroris Yang Ditangkap Densus Adalah Pegawainya, Kimia Farma Kasih Sanksi Ini...

PT Kimia Farma (Persero) Tbk. membenarkan, salah satu terduga teroris dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI) berinisial S yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror di Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (10/9) adalah karyawan perseroan.

"Perusahaan langsung melakukan penelusuran untuk memastikan informasi tersebut. Dari hasil penelusuran, salah satu terduga berinisial S merupakan karyawan Kimia Farma," ujar Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo dalam keterangannya, Senin (13/9).

Kimia Farma memberikan skorsing dan pembebasan tugas sementara waktu kepada S. Terhitung, sejak 10 September 2021.

"Kimia Farma sangat mendukung sepenuhnya upaya seluruh aparat penegak hukum guna memerangi terorisme di seluruh lingkungan perusahaan dan mendukung upaya aparat penegak hukum untuk memproses secara hukum atas tindakan yang dilakukan oleh oknum karyawan tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku," tuturnya.

Menurutnya, jika karyawan tersebut terbukti bersalah secara hukum maka akan dikenakan sanksi pelanggaran berat sesuai peraturan perusahaan, yaitu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan tidak hormat.

Namun, bila yang bersangkutan tidak terbukti bersalah atas dugaan terlibat dalam jaringan terorisme, perusahaan akan melakukan tindakan mendukung pemulihan nama baiknya.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap tiga terduga teroris dari kelompok Jemaah Islamiyah atau Jamaah Islamiyah (JI) pada Jumat (10/9) pagi.

Kabag Penum Polri KombesAhmad Ramadhan menyebut, ketiganya ditangkap di kawasan Bekasi Utara, Jawa Barat dan Petamburan, Jakarta Barat.

"Benar ada penangkapan terhadap tiga orang. Ini kelompok JI," kata Ramadhan saat dikonfirmasi, Jumat (10/9).

Ketiga terduga teroris itu masing-masing berinisial MEK, S, dan SH. Mereka akan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Ramadhan belum dapat memberi rincian lebih lanjut terkait barang bukti yang disita dan peran dari ketiga orang tersebut. Ia hanya menjelaskan, terduga berinisial SH merupakan salah satu dewan syuro di organisasi JI. [OKT]

Artikel Asli