Harga Minyak Menguat Imbas Badai Ida

limapagi.id | Nasional | Published at 13/09/2021 11:00
Harga Minyak Menguat Imbas Badai Ida

LIMAPAGI - Harga minyak bergerak menguat pada perdagangan di bursa Asia pada Senin, 13 September 2021. Harga tersebut terus mendorong ke level tertinggi dalam satu pekan dalam kenaikan sesi kedua berturut-turut.

Kenaikan ini dikekhawatiran atas pasokan AS menyusul kerusakan akibat badai Ida. Apalagi diiringi dengan ekspektasi permintaan yang lebih tinggi.

Minyak mentah Brent naik 48 sen atau 0,7 persen menjadi diperdagangkan di USD73,40 per barel, dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga bertambah 49 sen atau 0,7 persen menjadi USD70,21 per barel. Kedua kontrak berada di level tertinggi sejak 3 September di awal sesi.

Sekitar tiga perempat dari produksi minyak lepas pantai Teluk AS atau sekitar 1,4 juta barel per hari, masih terhenti sejak akhir Agustus - kira-kira sama dengan apa yang dihasilkan anggota OPEC Nigeria.

"Menambah dukungan, lebih banyak kilang minyak di Louisiana telah kembali beroperasi, meningkatkan permintaan minyak mentah," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.

Royal Dutch Shell Plc, produsen minyak terbesar di Teluk Meksiko AS, pada Kamis (9/9) membatalkan beberapa kargo ekspor karena kerusakan fasilitas lepas pantai akibat Badai Ida, menandakan hilangnya minyak akan berlanjut selama berminggu-minggu.

Namun, jumlah rig yang beroperasi di Amerika Serikat meningkat dalam minggu terakhir, penyedia jasa energi Baker Hughes mengatakan, mengindikasikan produksi mungkin meningkat dalam beberapa minggu mendatang.

Di luar dampak Ida, perhatian pasar minggu ini akan fokus pada potensi revisi prospek permintaan minyak untuk tahun 2022 dari Organisasi Negara-negara Pengoperasian Minyak (OPEC) dan Badan Energi Internasional (IEA). OPEC kemungkinan akan merevisi perkiraannya lebih rendah pada Senin, dua orang yang mengetahui masalah tersebut membeberkan.

Artikel Asli