Ekonomi Indonesia Beneran Meroket, Buktinya Harta Presiden dan Pembantunya Naik di Masa Pandemi

wartaekonomi | Nasional | Published at 13/09/2021 11:26
Ekonomi Indonesia Beneran Meroket, Buktinya Harta Presiden dan Pembantunya Naik di Masa Pandemi

Roy Suryo memberi sindiran keras kepada Presiden Joko Widodo dan para menterinya yang diketahui harta kekayaannya niak berlipat ganda saat Indonesia sedang dikepung Covid-19 yang sudah hampir dua tahun mewabah di Indonesia.

Dia mengatakan, kenaikan harta kekayaan para pejabat tersebut merupakan jawaban atas ramalan pemerintah yang pernah mengklaim, perekonomian Indonesia bakal meroket.

Jadi, dulu ketika pernah diramalkan bahwa Indonesia akan meroket itu ternyata benar-benar terbukti. Sekarang tertawa berguling di lantai bukan ekonomi makro yang dinikmati rakyatnya, tetapi harta pejabat yang meroket, tulis Roy pada akun @KRMTRoySuryo2 di Twitter, dikutip Populis.id (12/9/2021).

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu lantas memperkuat unggahannya dengan menyertakan salinan daftar laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) dari KPK.

Ini bukan hoaks, ada laporan resmi LHKPN dan sudah pula jadi statement KPK. Luar biasa pandemi, tulis Roy Suryo.

KPK baru-baru ini merilis harta kekayaan pejabat selama setahun ini. Komisi antirasuah itu mengungkapkan bahwa 70,3 persen kekayaan para pejabat mengalami kenaikan selama setahun terakhir atau di masa pandemi Covid-19.

Adapun, harta kekayaan pejabat yang mengalami kenaikan itu di antaranya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilaporkan naik Rp8,8 miliar setahun terakhir. Kekayaan Jokowi itu kini tercatat Rp53,2 miliar.

Tak hanya itu, para menteri kabinet juga memiliki harta yang meningkat di banding tahun sebelumnya. Mereka adalah, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang hartanya Rp 67,7 miliar menjadi Rp 745,1 miliar. Lalu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meningkat Rp 23 miliar selama satu tahun terakhir.

Merujuk laporan tertanggal 27 Maret 2021, Ketua Umum Partai Gerindra itu tercatat mempunyai harta senilai Rp2 triliunan lebih. Kemudian, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melonjak tajam dari Rp10,2 miliar menjadi Rp11,1 miliar.

Artikel Asli