Malioboro Padat, Jalanan Sekitar Macet

radarjogja | Nasional | Published at 13/09/2021 10:47
Malioboro Padat, Jalanan Sekitar Macet

RADAR JOGJA Suasana beberapa titik di Jogjakarta kembali ramai oleh wisatawan kemarin (12/9). Salah satunya terjadi di kawasan Jalan Malioboro dan sekitarnya.

Pantauan Radar Jogja, sempat terjadi kemacetan di Jalan Mataram. Kendaraan yang kebanyakan berpelat nomor dari luar DIJ itu padat merayap di kawasan itu dalam waktu cukup lama. Mobil pun sempat macet alias tidak bergerak.

Pasalnya, akses menuju Jalan Malioboro tidak dibuka sepenuhnya. Hal itu membuat kendaraan yang sebagian besar memiliki tujuan untuk mengunjungi Malioboro, tidak bisa leluasa melintas.

Kondisi Malioboro semakin ramai pada sore hari. Beberapa kantong parkir resmi dan yang ada di bagian sirip-sirip kawasan Malioboro, juga tampak dipenuhi oleh kendaraan. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Seorang wisatawan asal Jakarta yang enggan disebutkan namanya mengaku sengaja mengunjungi Jogjakarta akhir pekan ini. Ia menggunakan kendaraan pribadi. Selama perjalanan, tidak menemukan adanya penjagaan, termasuk di wilayah perbatasan. Tak ada, saya masuk saja kemarin, katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, datang ke Jogja bersama keluarganya. Ia mengaku sudah divaksin sebanyak dua dosis. Jadinya merasa lebih aman, ungkapnya.

Koordinator Bidang Penegakan Hukum Satgas Covid-19 DIJ Noviar Rahmad mengatakan, sebagian besar wisatawan yang masuk ke Jogja memang bergerak menuju Malioboro. Mereka datang dengan kendaraan pribadi, katanya.

Noviar yang juga Kepala Satpol PP DIJ itu menuturkan, di masa PPKM Level 3 ini penerapan sanksi tetap berlaku bagi yang melanggar protokol kesehatan. Namun bentuknya bukan lagi dalam bentuk sanksi fisik maupun denda.

Selain itu sanksinya juga tidak berupa penutupan usaha, seperti saat PPKM Level 4. Sanksinya hanya berlaku jika terjadi kerumunan di PPKM Level 3 maka langsung dibubarkan, jelasnya.

Selama PPKM Level 3 ini, petugas Satpol PP DIJ yang bertugas juga berkurang. Dari semula 200 petugas menjadi 100 orang per hari, ditambah Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sebanyak 328 orang. (kur/laz)

Artikel Asli