"Terlalu Berpengaruh Adit Dalam Hidupku, Narenggut Semuami," Isi Surat Mahasiswi Makassar Ini Sebelum Gantung Diri

bukamatanews | Nasional | Published at 13/09/2021 11:05
"Terlalu Berpengaruh Adit Dalam Hidupku, Narenggut Semuami," Isi Surat Mahasiswi Makassar Ini Sebelum Gantung Diri

MAKASSAR, BUKAMATA - Ada tulisan tangan. Diduga tulisan tangan QA (21), sebelum gantung diri. Mahasiswi semester 6 Jurusan Akuntansi salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar, Sulsel ini, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Kompleks BTP, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulsel, pada Sabtu malam, 11 September 2021.

Diduga gara-gara asmara. Itu terlihat dari catatan yang ditinggalkan almarhumah QA. Ada pesan untuk ibunya. Ada pula untuk sang ayah.

Pesan untuk ibu tertulis, " bun, minta maafkan karena ternyata nda kuatka.
terlalu berpengaruh adit di hidupku bun. narenggut semuami.
takutka bikin maluki. anggapmi kalau ndadaka itu karena
covid. terlalu sakit bun. gara-gara cintaji tapi beginika.
nda sanggupka bayangkan saya tanpa adit. nda ada laki-
laki yang mau sama bekas orang. maaf ka bun.
bahagiaku nah bun, selama ini prinsipku nda apa-
apaji selama ibuku bahagia. tapi ingatki. jangan
terlalu keluar batas. cukupmi. jangan mau diporoti bun.
tanpa diberi tahu pun tauka kalau yg dekati ibu cuma
mau hartanya ibun. "

Sedangkan untuk sang ayah, QA juga menulis pesan;
" Ayah, maafkan anakmu yang durhaka ini. Terlalu bikin
malu. Semoga ayah bisaji berbahagia tanpa saya. "

Diduga usai membuat goresan tangan di dua carik kertas itu, QA pun nekat mengakhiri hidupnya pada jeratan seutas tali yang digantung di kusen kamar.

Jasadnya pertama kali ditemukan pamannya. Sang paman langsung menghubungi anggota kepolisian setempat. Lalu, ayah dan ibu korban pun datang dari Kabupaten Pangkep. Sang ibu pingsan saat jasad anaknya dibawa

Setibanya di sana, sang ibu tak kuasa menahan air matanya saat melihat sang buah hatinya yang meninggal di usia muda. Sang ibu pun seketika pingsan, usai jasad anaknya dibawa untuk dimakamkan di Pangkep. Ibu dan ayah korban yang disebut-sebut seorang perwira berpangkat AKBP, menolak autopsi dan menerimanya sebagai musibah.

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Nurtjahyana, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki motif pasti korban nekat mengakhiri hidupnya.

Korban yang merupakan mahasiswi ini meninggalkan sepucuk surat. Tapi soal motifnya, masih kita dalami, ungkapnya.

Disclaimer : Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda, pembaca, merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Artikel Asli