Kades Bukit Tinggi Gunungsari Bebas dari Jeratan Kasus Pungli

lombokpost | Nasional | Published at 13/09/2021 10:35
Kades Bukit Tinggi Gunungsari Bebas dari Jeratan Kasus Pungli

MATARAM -Kepala Desa (Kades) Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar), Ahmad Muttakin kini bisa bernapas lega. Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi jaksa atas putusan bebas Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Mataram.

Dalam website MA, perkara dugaan pungli yang dilakukan Ahmad Muttakin teregister berdasarkan nomor perkara 2345/K/PID.SUS/2021. Majelis hakim MA yang diketuai Gazalba Saleh dan hakim agung anggota Agus Yunianto dan H Suhadi telah memutus perkara tersebut tanggal 8 September 2021. Mereka menolak permohonan kasasi jaksa.

Ya, kasasi jaksa ditolak. Saya juga lihat di website MA, kata Irpan Suriadiata, penasihat hukum Ahmad Muttakin Minggu (12/9).

Tetapi, pihaknya belum bisa memberikan komentar terkait pertimbangan hakim MA. Karena pihaknya belum mendapatkan salinan putusannya. Kita tunggu salinan putusannya yang lengkap, ujarnya.

Sebelumnya, Ahmad Muttakin didakwa JPU berdasarkan pasal 11 dan atau pasal 12 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dia dakwa melakukan pemotongan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 150 ribu dari 159 penerima.

Tetapi dakwaan jaksa berbeda dengan fakta persidangan. Hal itu tertuang dalam pertimbangan hakim yang menyebutkan tanggal 19 Mei 2020, Ahmad Muttakin telah mengumpulkan seluruh penerima BLT bersama masing-masing kepala dusun (Kadus). Dia memberitahukan ke penerima kalau ada warga yang tidak mendapatkan bantuan. Sehingga disepakati adanya pemotongan Rp 150 ribu dari masing-masing penerima untuk diberikan kepada warga lain yang tidak mendapatkan bantuan.

Berdasarkan fakta persidangan, Kadus Tunjang Polak Akhiri sebagai saksi mengumpulkan Rp 11,7 juta dari dua kali pencairan. Pencairan pertama mendapatkan Rp 6,4 juta dan tahap kedua Rp 5,3 juta. Semua uang hasil pemotongan itu diserahkan ke Ahmad Muttakin.

Kadus Bukit Tinggi Rusman Hadi juga memberikan uang Rp 12,1 juta ke Ahmad Muttakin. Kadus Batu Malik Ahmad Zaeni menyerahkan Rp 18,3 juta dan Kadus Murpadang Hartawan menyerahkan Rp 11,4 juta ke Ahmad Muttakin.

Irpan mengatakan, sejak awal dirinya sudah yakin kliennya bakal bebas. Karena berdasarkan fakta persidangan, tidak ada satu pun warga yang keberatan atas pemotongan tersebut. Tidak ada unsur paksaan. Uang hasil pemotongan itu tidak digunakan untuk pribadi melainkan untuk diberikan ke masyarakat yang tidak dapat bantuan. Sehingga memunculkan rasa keadilan, ujarnya.

Dana BLT yang disalurkan di Desa Bukit Tinggi Rp 352,8 juta untuk 195 penerima. Penerimanya dibagi ke empat dusun. Dusun Tunjang Polak 43 kepala keluarga (KK), Dusun Murpadang 40 KK, Dusun Batu Kemalik 62 KK, dan Dusun Bukit Tinggi 50 KK.

Semua sudah menerima uang terlebih dahulu baru memberikan ke masing-masing kadus untuk disetorkan ke kades. Tetapi kades tidak menggunakan sendiri, melainkan diberikan lagi ke masyarakat yang belum mendapatkan bantuan, tutur Irpan. (arl/r1)

Artikel Asli