ICW Sebut Penonaktifan 75 Pegawai Berdampak pada Buruknya Kinerja KPK

jawapos | Nasional | Published at 13/09/2021 10:35
ICW Sebut Penonaktifan 75 Pegawai Berdampak pada Buruknya Kinerja KPK

JawaPos.com Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang gagal asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sangat berdampak terhadap kinerja lembaga antirasuah. Mereka dinonjobkan dari KPK sejak 5 Mei 2021.

Dilihat dari kasus korupsi yang ditangani KPK selama semester I Tahun 2021, sebanyak 11 kasus korupsi ditangani sebelum tanggal penonaktifan. Sedangkan dua lainnya setelah tanggal tersebut (satu kasus diantaranya pengembangan kasus), kata peneliti ICW, Lalola Ester dalam keterangannya, Senin (13/9).

Ini setidaknya menunjukkan bahwa TWK sangat berdampak dalam kinerja yang dilakukan oleh KPK selama semester I Tahun 2021, sambungnya.

Lalola menyampaikan, dari 13 kasus tersebut, lima diantaranya ditangani oleh penyidik yang dinonaktifkan. Hal ini dinilai akan menghambat proses penegakan hukum dalam mengembangkan kasus.

Terlebih dalam mengejar buronan kasus korupsi, kasatgas yang menangani kasusnya justru juga diberhentikan. Karena itu, ICW tak heran lembaga antirasuah hanya mampu mengerjakan 22 persen dari target sepanjang semester I sebanyak 60 kasus.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kinerja KPK masuk dalam kategori D atau buruk, tegas Lalola.

Berdasarkan informasi dari situs web KPK lanjut Lalola, sebanyak 35 kegiatan penyidikan dan terdapat 32 penetapan tersangka. Tetapi pada faktanya, sepanjang semester I 2021, ICW mencatat hanya 13 kasus yang disidik dengan tersangka sebanyak 37 orang.

Perbedaan ini bisa terjadi akibat kebiijakan komisioner KPK saat ini yang menggabungkan pengumuman penetapan tersangka dengan penahanan, pungkas Lalola.

Terpisah, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata telah membantah, tidak lolosnya sejumlah penyidik dan penyelidik dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) tidak berpengaruh terhadap kinerja Kedeputian Penindakan dan Eksekusi KPK. Menurutnya, penyidik dan penyelidik yang tak lolos TWK tidak sampai 10 orang, sehingga diklaim tidak berdampak terhadap kinerja penindakan KPK.

Sebetulnya penyelidik, penyidik yang tak lolos TWK itu tidak ada 10 saya kira. Enggak ada 10. Artinya, enggak berdampak juga para penyidik yang enggak lolos kemudian dia tidak melakukan penyidikan itu, tegas Alex di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (24/8).

Alex menyebut, kinerja KPK bidang penindakan banyak terkendala karena pandemi Covid-19. Menurutnya, adanya pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tak banyak pegawai yang bisa bekerja dari kantor yakni 25 persen dari total pegawai. Sementara, kinerja penyidikan dan penyelidikan harus dilakukan secara tatap muka.

Untuk penindakan tentu enggak bisa melakukan pemeriksaan dari rumah atau secara daring. Itu sangat tidak memungkinkan, pungkas Alex.

Artikel Asli