Penelitian Batuan Mars Ungkap Potensi Kehidupan di Planet Merah

limapagi.id | Nasional | Published at 13/09/2021 09:34
Penelitian Batuan Mars Ungkap Potensi Kehidupan di Planet Merah

LIMAPAGI Badan antariksa Amerika Serikat (AS) NASA telah mengumumkan hasil penelitian dari dua sampel batuan Mars. Lebih dari sekadar mengumpulkan batuan purba, ternyata hal ini menghasilkan penemuan mengenai potensi kehidupan masa lalu di Planet Merah.

Selain keberhasilan misi NASA Perseverance dalam mengumpulkan dua sampel batuan Mars pada awal September, mereka juga telah berhasil melakukan pengujian terhadap temuan mereka.

Sampel pertama yang dinamakan "Montdenier" berhasil ditemukan pada 6 September, dan sampel kedua yang diberi nama "Montagnac" ditemukan pada 8 September.

Kedua sampel berukuran sedikit lebih lebar dari pensil dengan diameter dan panjang sekitar enam sentimeter, yang saat ini tersimpan dalam tabung tertutup di bagian dalam rover.

"Sepertinya batuan pertama kami mengungkapkan lingkungan berkelanjutan yang berpotensi layak huni," kata Ken Farley, ilmuwan proyek untuk misi tersebut, dilansir GadgetsNdtv.com, Minggu (12/9/2021).

Dari temuan ini, dikatakan terdapat tanda-tanda bahwa mereka telah bersentuhan dengan air untuk jangka waktu yang lama. Hal ini bisa menunjukan bahwa terdapat kehidupan purba di Mars.

Batuan yang memberikan sampel pertama ditemukan dalam komposisi basaltik dan kemungkinan produk aliran lava. Batuan vulkanik mengandung mineral kristal yang membantu dalam penanggalan radiometrik.

Hal ini dapat memberikan gambaran tentang sejarah geologi daerah tersebut, seperti ketika kawah terbentuk, ketika danau muncul dan menghilang, dan bagaimana iklim berubah dari waktu ke waktu.

Menambahkan keterangan Ken Farley, ahli geologi NASA juga menyebutkan bahwa batuan ini dapat menjadi petunjuk kehidupan Mars di masa lalu.

"Hal yang menarik tentang batuan ini juga bahwa mereka menunjukkan tanda-tanda interaksi berkelanjutan dengan air tanah," kata ahli geologi NASA Katie Stack Morgan pada konferensi pers.

Selama ini penjelajah telah beroperasi di wilayah yang dikenal sebagai Kawah Jezero. Tepat di utara khatulistiwa dan rumah bagi sebuah danau 3,5 miliar tahun yang lalu, ketika kondisi di Mars jauh lebih hangat dan lebih basah daripada saat ini.

Para ilmuwan sudah tahu bahwa kawah itu adalah rumah bagi sebuah danau, tetapi tidak menduga bahwa kawah tersebut telah terisi air selama 50 tahun.

"Jika batuan ini memiliki air untuk jangka waktu yang lama, mungkin ada relung yang dapat dihuni di dalam batuan ini yang dapat mendukung kehidupan mikroba purba," tutur Stack Morgan.

Selain itu, mineral garam yang terdapat di inti batuan juga mungkin telah menjebak gelembung kecil air di Mars purba.

"Garam adalah mineral yang bagus untuk melestarikan tanda-tanda kehidupan kuno di Bumi, dan kami berharap hal yang sama berlaku untuk batuan di Mars," tambah Stack Morgan.

Dari hasil temuan ini, diharapkan bisa menjadi petunjuk baru untuk menjawab kehidupan Mars kuno melalui pencarian lebih lanjut di Kawah Jezero.

Artikel Asli