Keras! Rizal Ramili Teriak-teriak Jokowi Layak Dibui Gegara Hoaks Esemka

wartaekonomi | Nasional | Published at 13/09/2021 09:35
Keras! Rizal Ramili Teriak-teriak Jokowi Layak Dibui Gegara Hoaks Esemka

Rizal Ramli mengaku Peresiden Joko Widodo (Jokowi) layak masuk penjara. Dia mengatakan, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu banyak menyebarkan sejumlah berita yang tak terbukti kebenarannya, salah satunya adalah mobil esemka.

Hal ini disampaikan Rizal Ramli menanggapi sejumlah komentar yang meminta jurnalis senior Hersubeno yang dipolisikan karena dianggap menyebarkan berita bohong soal kesehatan ketua umum PDI Perjungan Megawati Soekarnoputri.

"Jika itu terjadi Presiden Jokowi jauh lebih layak dipolisikan. Jokowi banyak menebar berita bohong, seperti mobil Esemka, impor dan stop uang," kata Rizal Ramli dikutip Populis.id , Minggu (12/9/2021).

Salah satu pihak yangmeminta polisi segera turun tangan mengamankan Hersubeno adalah Gardu Banteng Marhaean (GBM) setelah Hersubeno mengaku mendapat info valid dari seorang teman dokernya yang menyebut Megawati sedang kritis dan dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta, pernyatan itu sempat membuat heboh jagat maya.

"Jurnalis senior Hersubeno Arief dipolisikan GBM, dianggap sebar berita hoax tentang kondisi Megawati," tutur Rizal Ramli.

Sebelumnya, konsultan media dan politik, Hersubeno Arief, mengaku kondisi ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat ini memangbenar sedang sakit dan di rawat di sebuah rumah sakit di Jakarta, bahkan kondisi Megawati kata dia sekarang ini koma.

Hersubeno Arief mengklaim informasi ini valid sebab dirinya mendapatkan kabar itu langsung dari tim dokter rumah sakit yang menanngani Megawati.

"Kondisinya sangat mengkhawatirkan, bahkan disebut-sebut sudah koma. Seorang teman dokter mengirim pesan WA ke saya. Bunyinya gini: 'Megawati koma. Titik. ICU RSPP. Valid 1.000 persen." ujar Hersubeno dalam tayangan di kanal YouTube Hersubeno Point pada Kamis (9/9/2021).

Hersubeno Arief mengaku tidak meragukan kebenaran kabar kesehatan Megawati yang dia dapatkan dari teman doketernya tersebut. Namun kata dia informasi itu masih ia tindak lanjuti kendati yakin kabar tersebut tak meleset.

"Nah kalau ada seorang teman dokter yang mengirim berita semacam ini, saya jadi rada-rada yakin, walaupun tetap saja saya sebagai media harus melakukan verifikasi," ujar Hersubeno.

Artikel Asli