Djokovic Menangis Haru Meski Kalah dari Medvedev

jawapos | Nasional | Published at 13/09/2021 09:17
Djokovic Menangis Haru Meski Kalah dari Medvedev

JawaPos.com Mata Novak Djokovic tampak sembab, merah, dan sedikit bengkak. Tangisnya tak dapat dibendung lagi.

Tangis untuk mimpi yang musnah begitu saja. Mimpi untuk menggenapi tiga gelar grand slam yang sudah diraihnya musim ini di Australia Terbuka, Prancis Terbuka, dan Wimbledon.

Tinggal satu gelar lagi di Amerika Serikat (AS) Terbuka, maka dia akan dicatat sejarah sebagai petenis tunggal putra pertama yang memborong semua gelar grand slam dalam satu musim sejak 1969.

Namun harapan besar itu dibubarkan oleh Daniil Medvedev di babak puncak grand slam akhir tahun tersebut.

Dan yang membuat kekalahan ini begitu menyakitkan, Djokovic nyaris tak memberikan perlawanan sepadan.

Petenis Serbia itu kalah straight set tanpa perlawanan 6-4, 6-4, 6-4.

Berkali-kali komentator pertandingan tersebut menyebut Djokovic tak selincah biasanya.

Kemungkinan besar karena kelelahan. Sepanjang AS Terbuka Djokovic menghabiskan waktunya bertanding di lapangan lebih dari 17 jam.

Saat Djokovic seperti merasa kehilangan semuanya. Medvedev sebaliknya.

Dia bahagia tak kepalang karena ini adalah gelar pertamanya di ajang grand slam

Medvedev menjadi petenis Rusia pertama yang memenangkan gelar mayor sejak Maria Sharapova pada 2005. Atau petenis tunggal putra pertama Rusia yang menjuarai grand slam sejak Marat Safin di tahun yang sama.

Setelah bertarung 2 jam 15 menit menghadapi Medvedev beban untuk mencetak sejarah itu benar-benar menghancurkan Djokovic.

Namun petenis peraih 20 gelar grand slam tersebut mengaku, buka kekalahannya itu yang membuatnya menangis. Namun dukungan besar dari penonton yang membuatnya haru.

Kalian semua menyentuh jiwaku, ucap Nole-sapaan akrab Djokovic- kepada penonton di New York.

Aku tidak pernah merasa seharu ini di New York. Aku menyayangi kalian. Terima kasih banyak untuk dukungan kalian. Kita akan segera bertemu lagi. Terima kasih, tuturnya.

Aku ingin mengatakan bahwa malam ini, meskipun aku kalah, hatiku dipenuhi kebahagiaan dan aku adalah orang yang paling bahagia di dunia ini. Dan itu berkat kalian yang membuatku begitu istimewa, tambahnya.

Medvedev tak kalah menyentuhnya dari Djokovic. Dia memberikan pujian setinggi langit kepada Nole.

Daniil Medvedev mengangkat trofi AS Terbuka. (MATTHEW STOCKMAN/ Getty Images via AFP)

Aku tidak pernah mengatakan ini kepada siapapun. Tapi aku akan mengatakannya kepadamu (Nole). Bagiku kau adalah petenis terbaik dalam sejarah, sebutnya dengan menoleh ke arah Djokovic.

Belum ada petenis tunggal putra yang berhasil memborong empat gelar grand slam dalam satu musim sejak Rod Lever 52 tahun silam.

Lever pun berupaya memberikan komentar yang menenangkan melalui cuitannya.

Penampilan yang mencengangkan dari Daniil Medvedev. Anda baru saja menghentikan salah satu petenis terhebat di dunia malam ini, tulisanya.

Memenangkan gelar grand slam pertama selalu istimewa. Dan meraihnya dengan mengalahkan seorang jawara seperti Djokovic adalah suatu hal luar biasa yang lain, tambahnya.

Untuk Novak, tetap semangat. Perjuangan terus berlanjut. Doa yang terbaik untukmu, katanya.

Dengan hasil tersebut Djokovic juga belum berhasil melampaui capaian dua rival terbesarnya Roger Federer dan Rafael Nadal, sebagai pengumpul 20 gelar grand slam.

Artikel Asli