Dokter di Pemkot Surabaya Terus Susut, Dewan: Ini Sudah Tidak Wajar

jawapos | Nasional | Published at 13/09/2021 09:18
Dokter di Pemkot Surabaya Terus Susut, Dewan: Ini Sudah Tidak Wajar

JawaPos.com Jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di lingkungan Pemkot Surabaya selama lima tahun terakhir, terus menurun. Berdasar data dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), jumlah nakes, khususnya dokter, sejak 20162020 terus berkurang. Dewan pun memberikan catatan agar ada penambahan jumlah dokter.

Pada 2016, jumlah dokter tercatat 7.385 orang dengan rasio 2,22 dokter per 1.000 penduduk. Pada 2020, jumlahnya turun menjadi 2.066 dokter dengan rasio 0,53 per 1.000 penduduk. Dalam lima tahun terakhir, jumlahnya berkurang sekitar lima ribu dokter ( selengkapnya lihat grafis ).

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Herlina Harsono Njoto menuturkan, penurunan jumlah dokter tersebut seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah kota. Apalagi, ada rencana untuk membangun rumah sakit di wilayah timur. Termasuk rencana peningkatan status puskesmas dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) menjadi fasilitas kesehatan tingkat lanjut (FKTL).

Karena itu, politikus Demokrat tersebut meminta agar pemkot menambah jumlah dokter. Sebab, rasio terakhir 0,53 dokter per 1.000 penduduk sudah tidak masuk akal.

Artinya, satu dokter menangani lebih dari 1.000 pasien. Ini sudah tidak wajar dan perlu ditambah jumlahnya, katanya.

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah meminta agar pemkot menanggapi dengan serius masalah kekurangan dokter tersebut. Sebab, saat ini masyarakat sangat membutuhkan layanan kesehatan yang prima. Jika jumlah dokternya kurang, dikhawatirkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat juga kurang optimal, tutur politikus PDI Perjuangan itu.

Sebelumnya, BPJS Kesehatan Kota Surabaya sempat membeberkan data terkait keterbatasan dokter di FKTP. Tidak hanya puskesmas yang dihitung. FKTP yang dimaksud termasuk klinik swasta yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Berdasar data dari BPJS Kesehatan, ada 12 kecamatan yang tercatat memiliki rasio kebutuhan dokter tinggi. Perbandingannya rata-rata di atas 5.000. Artinya, satu dokter bisa menangani lebih dari 5.000 pasien. Karena yang dihitung tidak hanya puskesmas. Juga, klinik swasta yang bekerja sama dengan BPJS, kata Khusnul.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya drg Febria Rachmanita mengatakan, setiap tahun pihaknya selalu mengusulkan kuota untuk posisi dokter di puskesmas maupun rumah sakit di bawah naungan pemkot. Namun, jumlahnya disesuaikan dengan formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pemkot tidak memiliki wewenang untuk menambah maupun mengurangi kuota formasi dari pusat. Lalu, mengapa jumlahnya terus berkurang? Ada sebagian yang pensiun. Jadi, jumlahnya berkurang, jelas pejabat yang akrab disapa Feny itu.

Rasio Dokter dan Kebutuhan Pelayanan Kesehatan di Pemkot Surabaya

Tahun Jumlah Dokter Rasio Dokter Per 1.000 Penduduk

2016 7.358 2,22

2017 5.195 1,55

2018 4.295 1,38

2019 2.093 0,66

2020 2.066 0,55

Sumber: RPJMD 20212026

Artikel Asli