Pengajuan Santunan Kematian Menumpuk

suarantb | Nasional | Published at 13/09/2021 01:53
Pengajuan Santunan Kematian Menumpuk

Mataram (Suara NTB) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram memastikan bantuan santunan kematian bagi masyarakat segera dicairkan. Kendati dilakukan bertahap, penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi antrean pengajuan yang telah menumpuk sejak awal tahun.

Alhamdulillah aturannya sudah kita tindak lanjuti. Sekarang kita sedang menunggu hasil pengajuan rencana penggunaan uang (RPU) ke BKD (Badan Keuangan Daerah), ujar Kepala Dinsos Kota Mataram, Baiq Asnayati saat dikonfirmasi, Minggu, 12 September 2021.

Diterangkan, untuk tahap pertama pihaknya telah mengajukan 192 data penerima santunan kematian. Sementara ada juga yang belum melengkapi berkas seperti akta kematian dan lain-lain, jadi kita tunggu, jelasnya.

Untuk tahap selanjutnya pihaknya juga telah menyetorkan ratusan pengajuan ke Walikota Mataram untuk disahkan. Sekarang uangnya sedang diproses ke BKD. Setelah cair langsung kita salurkan, ujar Asna. Berdasarkan catatan pihaknya, sejak Januari 2021 telah ada 666 orang ahli waris yang mengajukan permohonan santunan kematian tersebut bagi keluarga yang telah meninggal.

Pencairan bantuan sempat macet disebabkan perubahan sistem pemerintahaan dari SIMDA (sistem informasi manajemen daerah) ke SIPD (sistem informasi pemerintah daerah). Dengan perubahan sistem keuangan di pemerintah tersebut maka Peraturan Walikota (perwal) yang dibuat sebelumnya harus diubah lagi. Di mana perwal tersebut menjadi rujukan hukum Pemkot Mataram dalam menyalurkan santunan kematian.

Karena itu kita baru bisa mengajukan nota dinasnya beberapa waktu lalu, karena perwalnya harus kita sesuaikan dengan aplikasi SIPD. Sekarang nota dinasnya sudah ditandatangani Walikota, kita bisa cairkan di BKD, jelasnya.

Santunan kematian bagi masyarakat Kota Mataram sendiri telah dijalankan sekitar 10 tahun. Santunan tersebut sebelumnya disalurkan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram. Namun sejak 2020 dialihkan ke Dinas Sosial Kota Mataram.

Besaran santunan kematian yang diberikan sebesar Rp500 ribu per kematian yang diterima oleh ahli waris. Bantuan tersebut sekaligus merupakan uang belasungkawa dari Pemkot Mataram kepada ahli waris warga yang meninggal.

Walaupun ada perubahan sistem, untuk pengajuan permohonan santunan kematian masih diakomodir Dinsos Kota Mataram. Untuk mekanisme pendaftaran ahli waris cukup mendatangi Kantor Dinsos Kota Mataram atau meminta pengajuan melalui kelurahan.

Untuk persyaratan pencairan santunan tidak mengalami perubahan. Antara lain akta kematian, kartu tanda penduduk, dan kartu keluarga. Pengajuan Perwal telah masuk ke Bagian Hukum Setda Kota Mataram. Jika Perwal telah ditandatangani Walikota, pihaknya siap menyalurkan santunan kematian tersebut pada masyarakat yang telah terdata.

Jadi kalau ada warga Kota Mataram yang meninggal, entah karena covid atau apa pun itu, asal dia melapor maka akan kita berikan santunan kematian, tandas Asna. (bay)

Artikel Pengajuan Santunan Kematian Menumpuk pertama kali tampil pada SuaraNTB.

Artikel Asli