PDA Kembali Ganti Nama Ketiga Kali

acehsatu.com | Nasional | Published at 13/09/2021 09:00
PDA Kembali Ganti Nama Ketiga Kali

ACEHSATU.COM -- Partai Daerah Aceh (PDA) kembali berganti nama untuk yang ketiga kalinya sejak berdiri pada tahun 2007 sebagai Partai Daulat Aceh.

Perubahan nama terjadi karena Partai Daerah Aceh tidak lolos electoral threshold lantaran hanya memiliki tiga kursi di DPR Aceh.

Jika tidak diubah, maka Partai Daerah Aceh tidak bisa mengikuti pemilihan legislatif pada tahun 2024 mendatang.

Sejak berdiri pertama kali pada tahun 2007, PDA bernama Partai Daulat Aceh, namun partai ini tidak mencapai perolehan suara batas minimal untuk bisa mengikuti pemilu berikutnya.

Sehingga Partai Daulat Aceh diganti nama menjadi Partai Damai Aceh.

Pada Januari 2016, PDA mengubah kembali namanya yang awalnya Partai Damai Aceh menjadi Partai Daerah Aceh.

Penyebabnya karena pada Pileg 2014 partai tersebut tidak berhasil memperoleh suara maksimal yang dipersyaratkan oleh aturan ambang batas pemilu 2019.

Kini, setelah disepakati dalam Musyawarah Raya Luar Biasa (Muralub) yang berlangsung di Hotel Grand Bayu Hill, Kota Takengon, Aceh Tengah, Sabtu (11/9/2021), PDA kembali berganti nama.

Ada dua nama yang disepakati akan menjadi nama baru partai lokal tersebut yakni, Partai Darul Aceh atau Partai Demi Aceh.

Sekretaris Steering Comitte (SC) Muralub PDA, Tengku Razuan menyebutkan, ada tiga hal pokok yang telah diputuskan dalam sidang Muralub.

Di antaranya menetapkan nama dan lambang partai yang baru, menetapkan AD/ART, serta poin ketiga menetapkan perpanjangan masa kerja ketua umum dari periode 2021 hingga 2026.

Disebutkan, berdasarkan kesepakatan dalam sidang, ada dua nama yakni Partai Darul Aceh, serta alternatif kedua Partai Demi Aceh.

Partai Daerah Aceh
Logo PDA. Dok. Wikipedia

Tengku Razuan mengatakan, ada dua nama yang diajukan prosesnya ke Kemenkumham.

Jadi, jika nanti Darul Aceh tidak disetujui Kemenkumham, berarti kita akan ajukan Demi Aceh, jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan masa kerja ketua umum, sebut Tengku Razuan, jika berdasarkan Musyawarah Raya Luar Biasa (Muralub) tahun 2018 lalu, masa jabatan ketua umum akan berakhir di tahun 2023.

PDA targetkan lima kursi di DPRA

Ketua Umum DPP PDA, Tgk H Muhibbussabri A Wahab mengatakan, ke depan PDA akan mengejar target electoral threshold lima persen, itu artinya harus memiliki perwakilan lima kursi di DPR Aceh.

Muhibbussabri mengatakan, jika periode sebelumnya mendapat tiga kursi, sehingga ke depan optimis bisa menambah dua kursi lagi karena tekanan politik berkurang serta masyarakat yang mulai cerdas dan berani.

Dia menekankan, agar semua kader partai untuk menjalin komunikasi politik dengan semua partai politik, baik lokal maupun nasional karena antar partai politik bukan lawan melainkann patner.

Muralub PDA tahun 2021 menghadirkan delegasi dari 23 kabupaten/kota. Muralub PDA dibuka oleh Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah.

PDA adalah salah satu partai politik lokal di provinsi Aceh, Indonesia. Partai ini ikut dalam Pemilihan umum legislatif Indonesia 2009, 2014, 2019 dan pemilihan anggota parlemen daerah Provinsi Aceh. (*)

Artikel Asli