Panglima TNI Pensiun Bulan Depan Andika Atau Yudo, DPR Setia Menanti

rm.id | Nasional | Published at 13/09/2021 08:41
Panglima TNI Pensiun Bulan Depan Andika Atau Yudo, DPR Setia Menanti

Masa jabatan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tinggal sebulanan lebih. Namun, sampai kemarin, Presiden Jokowi belum juga mengajukan nama pengganti Hadi ke DPR. DPR pun memilih sabar menanti.

Sejauh ini, ada dua nama yang paling mencuat untuk menggantikan Hadi. Yaitu Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal AndikaPerkasa dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengakui, sampai kemarin, Surat Presiden (Surpres) terkait pergantian Panglima TNI belum sampai ke meja kerjanya. Tapi, ia yakin, dalam waktu dekat, Surpres tersebut akan datang.

Panglima sepenuhnya hak Presiden, baik untuk menunjuk siapa, maupun memilih waktu yang paling tepat untuk mengirimkan surat ke DPR. Surpres dalam waktu dekat. Sabar saja, kata Meutya, kemarin.

Kata politisi Partai Golkar itu, jika Surpres itu sudah sampai, DPR akan memprosesnya selama maksimal 20 hari. Dalam rentang waktu itu, DPR akan melakukan fit and proper test terhadap calon yang diajukan Presiden.

Mengenai jadwal fit and proper test itu, tergantung datangnya Surpres. "Bisa masa sidang ini, dan masih bisa, atau masa sidang depan awal. Tergantung Presiden, ujarnya.

Di masa sidang ini, DPR akan masuk kerja sampai 7 Oktober. Pada 8-29 Oktober, DPR akan reses. DPR masuk kantor lagi pada 1 November.

Soal nama, Meutya ogah berandai-andai. Sebab, penentuan calon Panglima TNI adalah kewenangan Jokowi. "Sepenuhnya hak Presiden. Semua calon yang muncul bagus, tinggal Presiden melihat kebutuhan dan kenyamanan beliau sebagai panglima tertinggi, ujarnya.

Anggota Komisi I DPR, Dave Laksono menambahkan, pihaknya setia menanti Surpres calon Panglima. Pihaknya juga, tidak akan memburu-buru atau mendesak Jokowi untuk segera mengirimkan nama. "Kapan pun kami setia menanti Surpres pergantian Panglima TNI, dan itu pasti," kata Ketua DPP Partai Golkar itu, kemarin.

Anggota Komisi I DPR, Bobby Adithyo Rizaldi membenarkan, pihaknya setia menanti Surpres pergantian Panglima TNI. Setelah Surpres masuk, pihaknya akan langsung memproses. Termasuk jika DPR sedang reses.

"Semoga Surpres dikirimkan segera, atau mungkin setelah pembahasan RUU APBN 2022 selesai di akhir September atau awal Oktober," ucapnya.

Anggota Komisi I DPR, Christina Aryani berharap, Surpres soal pengganti Panglima TNI sudah sampai sebelum November 2021. Agar pihaknya punya waktu luang untuk menilai calon Panglima yang diajukan juga bisa mempersiapkan diri. Waktunya jangan terlalu mepet, pintanya.

Dia mengakui, memang tidak ada ketentuan baku kapan selambatnya Surpres disampaikan. Hanya saja, dia mengingatkan, Hadi akan masuk masa pensiun pada 8 November 2021. "Jadi, idealnya sebelum itu sudah sampai di kami, imbuhnya.

Lalu, bagaimana tanggapan pihak Istana? Staf Khusus Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Faldo Maldini belum bisa memastikan terkait waktu penyerahan Surpres calon Panglima ke DPR. "Sebentar, aku cek ulang yah," ucap politisi PSI itu, saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Sementara, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman enggan memberikan komentar banyak terkait surpres ini. "Surpres yang menangani Menteri Sekretaris Negara. Bisa ditanyakan kepada Humas Kemensetneg," ucapnya. [ UMM ]

Artikel Asli