Panewu dan Lurah Diminta Awasi Isoman

radarjogja | Nasional | Published at 13/09/2021 08:36
Panewu dan Lurah Diminta Awasi Isoman

RADAR JOGJA Kasus kematian akibat Covid-19 di Kulonprogo masih tinggi. Hal itu berdasar pada penyampaian data komparasi oleh Presiden RI Joko Widodo saat melakukan kunjungan ke Jogjakarta beberapa waktu lalu. Gugus tugas setempat akan melakukan melakukan evaluasi dengan mendorong panewu dan lurah untuk memperketat pengawasan pasien isolasi mandiri (isoman).

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan, sebagai tindak lanjut atas arahan presiden itu, Fajar menyatakan bahwa pihaknya akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap warganya yang tengah menjalani isoman. Yakni dengan mendorong para lurah dan panewu agar lebih aktif memantau masyarkat di wilayahnya masing-masing.Kami dorong Panewu dan Lurah harus betul-betul memantau pasien yang isoman. Sehingga kasus kematian bisa ditekan, terang Wakil Bupati Kulonprogo itu, kemarin (12/9).

Adanya pengawasan oleh lurah dan panewu itu, lanjut Fajar, juga sebagai upaya agar pasien yang tengah isoman bisa mendapat penanganan tepat. Sehingga apabila membutuhkan bantuan tenaga kesehatan, maka pemimpin wilayah ditingkat desa tersebut bisa merekomendasikan agar dipindah ke tempat isolasi terpusat (isoter) di Rusunawa Giripeni atau langsung ke rumah sakit rujukan Covid-19.

Dengan upaya tersebut, imbuh Fajar, harapannya pasien yang tengah isoman bisa tertangani dengan baik dan kasus kematian pun bisa dicegah. Sebab, tidak menutup kemungkinan pasien Covid-19 yang terlihat baik-baik saja akan berpotensi berlanjut ke sakit yang lebih parah jika tak tertangani dengan baik.Pengawasan pasien isoman harus ditingkatkan, jangan sampai tren kematian menjadi naik. Jadi pasien isoman harus betul-betul dipantau, katanya.

Meski kasus kematian menjadi sorotan, Fajar mengungkapkan, presiden cukup mengapresiasi rendahnya mobilitas masyarakat selama PPKM dan tingginya capaian vaksinasi di Kulonprogo. Ia menyampaikan tingkat mobilitas di Kulonprogo sendiri mendapat urutan paling rendah di banding kabupaten/kota lain di DIJ.

Sementara untuk capaian vaksinasi dosis pertama, Kulonprogo masuk urutan ketiga setelah Kota Jogja dan Sleman. Adapun anka capaian vaksinasi di wilayah itu sendiri telah mencapai 63 persen atau 219.063 jiwa.Kegiatan vaksinasi akan terus kami tingkatkan agar target 75 persen dosis pertama bisa tercapai di akhir bulan September, ucap Fajar.

Sebagaiman diketahui, sebelumnya pada Jumat (10/9) Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke negara ke Jogjakarta. Dalam kunjungan itu, orang nomor satu di Indonesia tersebut melakukan pemantauan vaksinasi di beberapa titik dan meminta masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan.

Sementara terkait dengan jumlah kasus kematian di Kulonprogo sendiri, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati menyampaikan bahwa hingga Sabtu (11/9) tercatat ada 418 kematian dari total 21.654 kasus Covid-19 di Kabupaten tersebut. Sementara untuk kasus sembuh atau selesai isolasi gugus mencatat 20.828 kasus dan 408 kasus masih menjalani perawatan.Untuk kasus kematian hingga Sabtu ada 418 kasus, tegas Baning. (inu/pra)

Artikel Asli