Ungkap Modus Sembunyikan Hasil Korupsi di Rekening Keluarga, KPK: Banyak yang Ngumpetin

inewsid | Nasional | Published at 13/09/2021 07:51
Ungkap Modus Sembunyikan Hasil Korupsi di Rekening Keluarga, KPK: Banyak yang Ngumpetin

JAKARTA, iNews.id - Tim Pencegahan dan Monitoring KPK menemukan sejumlah transaksi janggal yang masuk ke dalam rekening keluarga pejabat negara. Transaksi keuangan tersebut diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi pejabat negara yang disamarkan melalui rekening keluarganya.

"Banyak yang ngumpetin, kalau tidak di rekening dia, di rekening anaknya. Dia pikir anaknya tidak diperiksa, ya diperiksa, kan anak istri, semua yang ada di LHKPN sekeluarga kita angkut," kata Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan di Jakarta, Senin (13/9/2021).

Pahala menyebut KPK sempat mengecek sejumlah Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Hasilnya, banyak pejabat negara yang diduga menyembunyikan hartanya alias tidak akurat dalam melaporkan kekayaannya kepada KPK.

Tak hanya itu, kata Pahala, timnya juga sempat memantau harta kekayaan keluarga pejabat negara yang mencurigakan. Tim Pencegahan dan Monitoring KPK kemudian menemukan adanya transaksi janggal di rekening milik keluarga pejabat negara.

"Ya artinya ada transaksi, dia pikir tidak diperiksa, ya dia tenang-tenang saja, dilaporkan yang ada saja, tidak saya lihat dalamnya. Saya tahu, jangan nyolong dan ngumpetin. Masa diumpetin dan ditransaksi di bank bininya, atau anaknya yang masih kuliah," tuturnya.

Pahala menjelaskan saat ini KPK bisa semakin cepat dan canggih dalam menelusuri harta kekayaan para penyelenggara negara. Sebab, KPK sudah memiliki sistem Sipedal kerjasama dengan berbagai bank.

"Kalau sekarang, link yang Sipedal itu khusus semua bank, sudah gitu bursa, kalau dia punya saham, obligasi, punya sun, punya SBN, sama seluruh asuransi. Ada juga yang nyimpen uang beli policy Rp5 miliar. Gila-gilaan. Begitu udah kelar dicairin policy-nya. Ada yang begitu. Sipedal itu kita elektronik," kata Pahala.

"Kalau dengan BPN ada jalur elektronik lagi itu. Dengan Samsat ada jalur elektronik lagi sendiri. Jadi praktis lah," ujarnya.

Artikel Asli