Jenita Janet: Bucin Itu Harus

jawapos | Nasional | Published at 13/09/2021 07:50
Jenita Janet: Bucin Itu Harus

RUMAH tangga pedangdut Jenita Janet pernah kandas. Bahkan, hubungannya dengan mantan suami Alief Hedy Nurmaulid sempat memanas akibat perebutan harta gono-gini. Namun, kini Jenita menemukan kebahagiaan setelah menikah dengan Danu Sofwan tahun lalu. Keduanya tak segan-segan menunjukkan rasa cintanya di depan khalayak.

Setelah menikah, Jenita terlihat semakin lengket dengan suami. Kalian memang sebucin (budak cinta, Red) itukah?

Nggak nyangka juga sih karena bucin itu kan alami, ya ngalir gitu aja. Lahir dengan sendirinya. Kami berdua begitu (bucin) karena memang ingin saling mengapresiasi sikap dia ke aku dan sikap aku ke dia.

Apa sih yang bikin kalian saling bucin?

Jadi gini, aku punya treatment untuk suami. Begitu pun suami yang punya treatment untuk aku. Jadi, bucin ini adalah hasil dari apa yang kami berdua bangun dan buat selama ini. Tapi, memang semua itu bergantung kepada pasangan kita. Kalau dapat yang sefrekuensi, pasti memang begitu.

Danu itu tipikal laki-laki yang romantis?

Hmm gimana ya. Teman-teman suamiku bilang suamiku berubah. Bilang gini, Danu, kok kamu kayak gini sih sekarang? Perasaan dulu cuek banget.

Kemesraan kalian ditunjukkan saat tampil di depan publik sajakah?

Di depan kamera aja kami begitu, apalagi di belakang kamera. Kami berdua bisa lebih bucin dari itu. Hahaha.


SEKARANG BAHAGIA: Jenita Janet kini tengah menikmati kemesraan dengan suami, Danu Sofwan. Kedekatan mereka bisa dilihat di media sosial Jenita. Danu pun terbilang cukup romantis. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

Menurut Jenita, seberapa penting bucin kepada pasangan?

Itu sih harus, penting banget. Bucin itu kan treatment biar semakin menumbuhkan, memperkuat rumah tangga supaya kita tetap lengket dan harmonis. Ya, kita harus berupaya lah.

Pada 1 Juli lalu, Jenita berulang tahun ke-34 dan dapat kado peternakan sapi dari suami. Gimana perasaannya?

Wah, surprised dan luar biasa bahagia karena aku suka dengan pemandangan gunung. Sama sekali nggak nyangka karena ekspektasi aku waktu itu kami cuma makan bareng. Kalau memang mau ngasih mah satu ekor aja, tapi ini sama kandang-kandangnya dia kasih.

Kok bisa sih Danu kepikiran buat ngasih peternakan sapi?

Jadi, memang dulu aku pernah cerita bahwa mau beli sapi buat kurban pas Idul Adha tuh susah. Aku tuh sampai harus jadi penyanyi dangdut keliling, tapi akhirnya ya tetap nggak kebeli karena ada kebutuhan lain. Aku bilang, saat itu aku sedih banget. Nah, ternyata itu dimasukkin ke list suami apa yang harus dia (Danu) lakuin.

Banyak warganet yang berkomentar negatif, menganggap kalian lebay (berlebihan) karena pamer keromantisan di depan umum. Bagaimana Jenita menanggapi itu?

Sejujurnya kami sama sekali nggak pengin mengekspos itu. Cuma, memang ketika kami lagi jalan atau wawancara, tiba-tiba tuh suka timbul kegemesan. Menurut kami, itu cuma ekspresi sayang. Tapi, menurut orang lain, itu sweet.

Tapi, pernah merasa risi nggak sih dengan komentar-komentar miring tersebut?

Nggak, kami mah enjoy aja. Kami ngelakuinnya kan dengan pasangan yang halal.

Artikel Asli