Sedihnya, Corona Bikin 20.877 Anak Jadi Yatim Piatu...

rm.id | Nasional | Published at 13/09/2021 07:35
Sedihnya, Corona Bikin 20.877 Anak Jadi Yatim Piatu...

Pandemi Covid-19 berdampak pada anak-anak. Banyak dari mereka yang kehilangan orangtua. Sampai saat ini, tercatat 20.877 anak kehilangan ayah dan ibu yang meninggal karena virus Corona. Pemerintah memastikan bakal memperhatikan nasib anak-anak itu.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan, pemerintah memastikan setiap anak yang salah satu atau kedua orangtuanya meninggal akibat Covid-19 terdata dan terpenuhi hak-haknya.

Dari data September 2021, yang terdata secara nasional, angka anak yatim, piatu, dan yatim piatu karena pandemi Covid-19 itu tembus 20.887 anak. Mudah-mudahan kita harapkan sudah berhenti, tidak ada tambahan lagi, beber Bintang, saat memberikan bantuan bagi anak-anak di Provinsi Bali yang kehilangan orangtuanya akibat Covid-19, kemarin.

Dia mengungkapkan, khusus di Provinsi Bali ada sebanyak 265 anak yang kehilangan orangtuanya. Namun berdasarkan verifikasi, hanya tercatat 234. Karena itu, politisi PDIP itu hanya memberikan 234 paket pemenuhan kebutuhan spesifik bagi anak yatim, piatu, maupun yatim piatu.

Selain itu, juga diserahkan 120 paket pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan kepala keluarga yang terdampak pandemi Covid-19 di Bali. Bantuan yang diberikan merupakan kerjasama Kemen PPPA dengan Pemerintah Provinsi Bali, serta mitra Kementerian PPPA dari dunia usaha. Di antaranya Forum Zakat, Kura Kura Bali/Yayasan Upaya Indonesia Damai, dan Indo Non-Woven.

Bantuan diserahkan Bintang secara simbolis bersama perwakilan mitra, kepada 5 anak yatim/piatu/yatim piatu dan 2 perempuan kepala keluarga di Kantor Gubernur Bali. Kemudian, diberikan juga untuk 4 anak yatim/piatu/yatim piatu dan 2 perempuan kepala keluarga di Kabupaten Karangasem.

Dia dan para mitra juga turut mengunjungi dan memberikan bantuan langsung kepada perempuan dan anak di Kelurahan Panjer, Kota Denpasar dan Kecamatan Karangasem.

Bintang mengimbau para orang tua tunggal maupun keluarga asuh, yang mungkin membutuhkan bantuan, dapat memanfaatkan layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dari Kemen PPPA.

Mereka bisa berkonsultasi, dan bahkan, mendapat pendampingan psikolog. Di Bali, layanan ini tersedia di Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Badung.

Wanita Bali pertama yang menjabat menteri ini juga menekankan, kolaborasi dan sinergi sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan intervensi terhadap upaya pemenuhan hak perempuan dan anak. Koordinasi dengan lembaga lain, perlu terus dilakukan.

Bintang menyadari, bantuan yang diberikannya hari masih jauh dari cukup. Tapi, itu merupakan langkah awal untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak yang kurang beruntung.

Saya yakin dan optimis ke depan akan menjadi anak-anak yang beruntung dengan semangat yang harus dibangun, tandasnya. [DIR]

Artikel Asli