Johnson and Johnson Dapat Giliran Cihuy, Indonesia Terima Vaksin Sekali Suntik Nih

rm.id | Nasional | Published at 13/09/2021 07:15
Johnson and Johnson Dapat Giliran Cihuy, Indonesia Terima Vaksin Sekali Suntik Nih

Pertama kalinya, Indonesia kedatangan vaksin Covid-19 Johnson and Johnson dalam program vaksinasi nasional. Vaksin ini akan ditargetkan untuk penduduk berusia di atas 18 tahun.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro mengungkapkan, vaksin tersebut adalah hibah dari Kerajaan Belanda. Kedatangan ini patut disyukuri.

Kita menerima vaksin Johnson and Johnson hibah dari kerajaan Belanda. Kedatangan ini akan menambah jumlah ketersediaan vaksin di Indonesia menjadi semakin banyak, ujar Reisa dalam saat menyambut kedatangan vaksin, kemarin pagi.

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru ini optimistis, Indonesia tidak akan kekurangan dosis vaksin. Semakin banyak vaksin yang datang ke Indonesia maka program vaksin juga makin lancar.

Ini memastikan bahwa stok vaksin di Indonesia sudah aman, ucap dokter lulusan Universitas Pelita Harapan (UPH) ini.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin penggunaan darurat alias Emergency Use Authorization (EUA) untuk seluruh vaksin merk vaksin. Pada 7 September 2021, BPOM baru mengeluarkan EUA kepada vaksin yang diberi merek Janssen ini.

Berdasarkan pengujian kepada penerima vaksin yang berusia atas 18 tahun, vaksin Covid-19 tunggal ini memiliki efikasi untuk mencegah semua gejala Covid-19 sebesar 67,2 persen dan efikasi untuk mencegah gejala Covid-19 sedang hingga berat sebesar 66,1 persen. Dosis penerima hanya diberikan satu kali suntik. Ini berbeda dari mayoritas vaksin lain yang umumnya dua dosis suntikan secara bertahap.

Total vaksin Covid-19 merk Johnson and Johnson yang tiba kemarin sebanyak 500 ribu dosis, beber Reisa.

Dalam kesempatan itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan, dukungan dari Pemerintah Belanda ini adalah yang ketiga kalinya. Sebelumnya, Indonesia menerima 657 ribu dosis vaksin jadi dari Belanda sebagai bagian komitmen Belanda sebanyak 3 juta dosis.

Dia berterima kasih atas sikap Pemerintah Belanda, yang mengedepankan solidaritas dan persahabatan dengan Indonesia. Retno memandang, ini adalah bentuk kerja sama global untuk menghadapi pandemi Covid-19. Mengingat jumlah kasus global saat ini telah melewati angka 223 juta orang yang terpapar Covid-19.

Beberapa hari sebelumnya, Kepala BPOM, Penny K Lukito menjelaskan, dari sisi keamanan, pemberian vaksin Johnson and Johnson dapat ditoleransi dengan baik. Reaksi lokal maupun sistemik dari pemberian Janssen Covid-19 Vaccine menunjukkan tingkat keparahan grade satu dan dua.

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) lokal yang umum terjadi, antara lain nyeri, kemerahan, dan pembengkakan, serta KIPI sistemik yang umum terjadi adalah sakit kepala, rasa lelah (fatigue), nyeri otot ( myalgia ), mengantuk, mual ( nausea ), muntah, demam ( pyrexia ), dan diare.

Dia memastikan, penerbitan izin Johnson and Johnson telah melalui pengkajian yang intensif terhadap keamanan, khasiat, dan juga mutunya. Kami melibatkan para pakar di bidangnya, tegas Penny. [JAR]

Artikel Asli