Trans Sumatera Digeber Lagi HK, Jangan Cuma Andalin PMN

rm.id | Nasional | Published at 13/09/2021 07:05
Trans Sumatera Digeber Lagi HK, Jangan Cuma Andalin PMN

Senayan memahami kebijakan pemerintah menggelontorkan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk pembangunan ruas Jalan Tol Trans Sumatera. PT Hutama Karya yang dapat penugasan pengerjaan proyek ini diharap cari terobosan dana lain, jangan cuma mengandalkan PMN.

Total investasi yang dibutuhkan untuk Tahap I Tol Trans Sumatera sejauh 1.064 kilometer sebesar Rp 152 triliun hingga Tahun 2023. Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto berharap, ada penghitungan lebih detail terhadap angka penyerapan tenaga kerja sebagai imbas pembangunan tol Trans Sumatera.

Apalagi, investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan tol yang dimulai dari Bakauheni (Lampung) ini menelan biaya sangat besar. Dari proyek itu kan sudah pasti menyerap tenaga kerja, tapi buat masyarakat sekitar bagaimana? tanya politisi senior PDI Perjuangan ini.

Dia bertanya-tanya, apakah PMN ini mutlak diperlukan mengingat di era Menteri BUMN Rini Soemarno, PMN untuk BUMN Karya ini pernah dihentikan pada 2017 hingga 2019. Ternyata bisa tanpa PMN. Kenapa saat itu tidak butuh PMN dan bisa (dikerjakan tol), jelasnya.

Dia pun berharap ada solusi lain untuk menambal investasi Tol Trans Sumatera ini. Mengingat, perekonomian negara belum pulih betul akibat pandemi Covid-19. Selain itu, defisit APBN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ditetapkan lebih dari 3 persen dengan syarat hanya tiga tahun.

Berat pak, karena Tahun 2023 harus 3 persen. Ini apakah ada solusi lain, nggak usah minta PMN. Jangan diperpanjang lagi pakai Perppu, tegas anggota DPR daerah pemilihan DKI Jakarta ini.

Situasi ini tentu menjadi tantangan bagi Tim Keuangan BUMN Karya. PTHK Persero yang tahun lalu sukses meraih dana segar Rp 600 juta dolar AS atau sekitar Rp 9 triliun diharapkan bisa kembali dilakukan tahun ini.

Kemarin kan sukses itu, dapat pujian luar biasa. Apakah pada Tahun 2023 tidak dipikirkan pendanaan lain mengingat kondisi keuangan saat itu juga berat. Nah ini yang menjadi salah satu tugas juga, tambah dia.

Sementara itu, Direktur Utama PTHK Pesero Budi Harto menjelaskan, pihaknya mendapatkan penugasan untuk melakukan pengusahaan jalan tol Trans Sumatera. Sejauh ini telah dikerjakan 531 kilometer jalan tol di Sumatera mulai dari Bakeuheni sampai Kayu Agung, Palembang-Indragiri, Pekanbaru-Dumai, Medan-Binjai dan sebagian di Aceh. Dengan total investasi sebesar Rp 65,63 triliun, jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya juga tengah membangun 8 ruas tol yaitu Sigli-Banda Aceh, Kisaran-Indrapura, Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat, Indraraya-Muara Enim, Sicincin-Padang, Pekanbaru-Pangkalan, Taba Penanjung-Bengkulu, dan Binjai-Pangkalan Brandan, seluas 533 km. Sehingga Tahun 2023 seluruhnya ini akan selesai dan bisa dioperasikan sepanjang 1.064 kilometer dengan total investasi Rp 152 triliun.

Sementara untuk kebutuhan pendanaan ruas yang sudah mulai berjalan, sambung Budi, pihaknya sudah menerima PMN sebesar 27,1 triliun. Dana ini belum termasuk PMN Tahun 2021 yang cair pekan kemarin sebesar Rp 6,2 triliun.

Kemudian pinjaman sebesar 42,3 triliun dan ada ekuitas partner dari Waskita Karya Rp 106 miliar. Jadi ketersediaan dana untuk investasi yang saat ini ada Rp 69,54 triliun dan kekurangannya adalah Rp 66,6 triliun, jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah akan menambah suntikan dana sebesar Rp 19 triliun untuk PTHutama Karya (Persero) akhir tahun ini. Dana diberikan dalam bentuk PMN. Pemerintah juga telah melakukan tambahan PMN, sedang berproses Rp 19 triliun akhir 2021, ungkap Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo.

Kartika mengatakan, tambahan PMN untuk HK akan digunakan untuk mempercepat penyelesaian sejumlah proyek ruas Tol Trans Sumatera. Beberapa ruas yang dimaksud, seperti Medan-Binjai, Binjai-Langsa, Pekanbaru-Dumai, dan Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat. [KAL]

Artikel Asli