Perekonomian Segera Bangkit

koran-jakarta.com | Nasional | Published at 13/09/2021 07:01
Perekonomian Segera Bangkit

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan optimistis perekonomian di Jakarta segera bangkit setelah status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DKI Jakarta turun menjadi level tiga, yang diikuti dengan pelonggaran pada sejumlah tempat usaha.
"Dengan adanya pelonggaran aturan pada tempat usaha, Insya Allah perekonomian di Jakarta, akan terus bergerak membaik," kata Ahmad Riza Patria usai meninjau pelaksanaan vaksinasi dan donor darah di SMK Negeri 29 Jakarta, akhir pekan kemarin.
Ahamd Riza Patria yang akrab disapa Ariza menuturkan, dirinya optimistis perekonomian di Jakarta akan pulih kembali seperti sebelumnya, tapi hal itu memerlakukan waktu yang lama, dengan memperbaiki berbagai kondisi sektoral lainnya.
Menurut Ariza, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini terus melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi massal kepada masyarakat untuk segera membentuk kekebalan komunal. "Hal ini akan sejalan dengan terus membaiknya perekonomian di Jakarta," katanya.
Dibukanya tempat usaha saat ini, kata dia, akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. "Memang membutuhkan waktu yang lama, tapi kita pastikan perekonomian akan semakin baik, sejalan dengan peningkatan jumlah warga yang telah divaksin," katanya.
Di sisi lan, Ariza juga menyebut, pandemi Covid-19 sejak Maret 2020, telah membawa dampak bertambahnya jumlah pengangguran di Jakarta. Untuk itu, katanya, Pemprov DKI akan mengadakan berbagai program yang sudah disiapkan dan juga yang telah dilaksanakan selama ini. "Itu risiko dari pandemi yang harus dihadapi," katanya.
Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ke depan, akan menyiapkan berbagai program untuk pemberdayaan masyarakat dan pemulihan sektor ekonomi.

Mulai Membaik
Dalam kesempatan itu, Wagub Ahmad Riza Patria juga mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta menunggu keputusan pemerintah pusat soal kemungkinan menghentikan Bantuan Sosial Tunai (BST) seiring dengan keadaan pandemi Covid-19 yang membaik.
"Kami menunggu keputusan pemerintah pusat. Terkait pemberian bantuan sosial tunai nanti biar itu menjadi domain pemerintah pusat. Kami menunggu kebijakan pemerintah pusat," kata Riza.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono menyebut bahwa Pemprov DKI tak akan melanjutkan penyaluran BST pada masa PPKM Level 3 bersamaan dengan kebijakan pemerintah pusat yang tak lagi menyalurkan bansos tunai.
"Kemarin saya telepon Kepala Badan Penerimaan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta Edi Sumantri. Saya tanya, BST ada enggak berikutnya? Dia bilang enggak ada karena tergantung pemerintah pusat," kata Mujiyono saat dihubungi.
Menurut politikus Partai Demokrat itu, bansos tunai sebesar 300 ribu rupiah per Kepala Keluarga (KK) beberapa waktu lalu diberikan lantaran kondisi pandemi Covid-19 yang tengah parah. Pemerintah, kata dia, bertanggung jawab untuk menyalurkan bantuan tersebut.
Sementara saat ini Mujiyono mengatakan kondisi pandemi relatif telah membaik. Terlebih, saat ini Jakarta telah berstatus PPKM Level 3 sehingga terdapat sejumlah penyesuaian untuk tempat usaha.
Mujiyono menyebut hal itu sebenarnya yang dibutuhkan masyarakat ketimbang bantuan sosial tunai. "Keinginan masyarakat itu kembali dibuka kebebasan berusaha. Mereka berikhtiar dengan protokol kesehatan ketat dan bisa leluasa mencari nafkah," ucap dia.
Sebelumnya, Menteri Sosial Tri Rismaharini belum dapat memastikan pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST). Pemerintah menyalurkan BST untuk membantu masyarakat yang terdampak aturan PPKM.
Saat itu, Kemensos mencairkan BST untuk 10 juta KPM selama dua bulan yakni untuk Mei dan Juni, yang cair pada Juli. Kemensos menyalurkan BST sebesar 600 ribu rupiah sekaligus. Per bulan, Kemensos memberikan sebesar 300 ribu rupiah.

Artikel Asli