Warga Kaget Lembaran Alquran Dijadikan Pembungkus Petasan, Begini Kronologi Penemuannya

radartegal | Nasional | Published at 13/09/2021 06:20
Warga Kaget Lembaran Alquran Dijadikan Pembungkus Petasan, Begini Kronologi Penemuannya

Viralnya video sobekan kertas bekas petasan di media sosial (medsos) yang terbuat dari Alquran mengagetkan warga di Ciledug, Tangerang.Lembaran Alquran pembungkus petasanini terungkap, usai warga menyulut petasan.

Setelah petasan meledak, tampak dalam video itu sejumlah warga yang tengah mengais sobekan-sobekan kertas pembungkus petasan yang sudah hancur berkeping-keping.Sobekan-sobekan kertas yang diduga Alquran itu berserakan di tanah.

Kurang ajar nih. Petasan dari Alquran, ucap salah seorang dalam video yang beredar itu seperti yang dilansir dari PojokSatu.id.

Disebutkan pula petasan itu diledakkan seusai acara pernikahan salah seorang warga di Parung Serab, Ciledug, Tangerang. Ketua RW setempat, Suharjo Cipto (47), lantas memberikan penjelasan terkait hal itu.

Dia mengatakan acara pernikahan salah seorang warganya itu terjadi,Sabtu (11/9) lalu. Setelahnya petasan dinyalakan dan meledak, kemudian diketahui petasan itu terbuat dari lembaran Alquran.

Keluarlah kertas itu tulisan Alquran itu. Terus di situlah viral dikirim ke forum RT/RW. Dipungutin itu pas berhamburan sama remaja sama anak-anak kita, ucap Suharjo, Minggu (12/9).

Acara itu merupakan pernikahan anak dari Herman Permana. Herman sendiri yang juga membeli petasan itu di daerah Tangerang Selatan (Tangsel).

Belinya di Kebun Manggis, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Saya belinya sebelum Jumatan, dipasangnya Sabtu, ujar Herman di tempat yang sama.

Herman sendiri tak menyangka petasan itu terbuat dari Alquran. Sebab, petasan itu disebut Herman awalnya berbentuk seperti petasan biasa.

Kaget saya, sebagai orang Islam kaget saya. Nggak (curiga), saya mah beli sudah tiga kali petasan juga nggak pernah begini, kata Herman.

Namun Herman mengaku baru kali ini membeli petasan di lokasi tersebut. Sebelumnya Herman membeli petasan di wilayah lain. (Harga petasan) Rp120 ribu biasa itu. Satu renteng petasan. Nggak, baru itu beli di situ. Biasanya beli di Pondok Laka, tutur Herman.

Warga lainnya, Leorinsius (20)mengaku, melihat petasan itu terbungkus kertas berwarna putih. Sehingga tidak tampak bila sebenarnya menggunakan lembaran Alquran.

Baru setelah meledak, lanjut Leorinsius, diketahui petasan itu menggunakan lembaran Alquran.

Kan lagi akad, petasan nyala lalu besan dateng saya minggir ke sini buat ngopi karena ramai kan. Nah itu petasannya meledaknya jam 4 sore. Nah pas saya lihat petasan udah kayak gini udah hancur, kata Leorinsius.

Awalnya dibungkus kertas putih, permukaan ketutup, pas meledak baru ketahuan ternyata pakai kertas Alquran, jelasnya sebagaimana yang dikutip dari detikcom. (pojoksatu/zul)

Artikel Asli