Perbuatan Tidak Menyenangkan (2)

rm.id | Nasional | Published at 13/09/2021 06:00
Perbuatan Tidak Menyenangkan (2)

Perbuatan seperti ini jelas merupakan tindakan melawan hukum. Dalam KUHP, perbuatan tidak menyenangkan diatur di dalam Bab XVIII tentang kejahatan terhadap kemerdekaan orang, khususnya dalam pasal 335 ayat (2).

Dalam pasal ini disebutkan: (1) Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak tiga ratus rupiah:

(a) Barangsiapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan atu membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tidak menyenangkan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri atau orang lain.

(b) Barangsiapa memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan, atau membiarkan sesuatu dengan ancaman pencemaran, atau pencemaran tertulis.

Unsur perbuatan tidak menyenangkan (PTM) dalam kasus ini terlihat jika ada seseorang atau kelompok orang sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan. Dalam salah satu media pernah diungkap, seorang remaja dipaksa memakan babi, yang menurut ajaran agama sang remaja itu dianggap haram.

Jika tidak memakannya, diancam akan disiksa atau dipecat dari pekerjaannya. Jika ia memakannya, berarti melakukan pelanggaran agamanya. Meskipun sesungguhnya dalam Islam, perbuatan yang dilakukan di bawah ancaman yang membahayakan jiwa dapat dimaafkan, karena dianggap tidak berada dalam keadaan mukallaf, merdeka melakukan ajaran agama.

Kasus lain seorang pembantu rumah tangga bekerja di rumah majikannya untuk memasak daging babi. Ia dipaksa mencicipi cita rasa masakan itu, walaupun bagi pembantu itu haram baginya. Potensi PTM di sini bisa muncul kalau ada yang memprovokasi pengakuan pembantu itu ke media publik.

Kasus serupa inilah yang pernah menyebabkan kerusuhan anti etnik tertentu di Kota Makassar di era 1980-an. Perlakuan kasar dan tak senonoh majikan terhadap seorang pembantu yang kebetulan berbeda agama, menyebabkan kerusuhan besar pada saat itu.

Artikel Asli